Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mencapai 179.037 jiwa per Rabu (26/8). Jumlah tersebut berkurang sebanyak 6.094 orang seiring kepulangan sebagian warga ke kediaman masing-masing.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menegaskan bahwa kepulangan para pengungsi tersebut dilakukan atas inisiatif dan kesediaan warga sendiri tanpa adanya paksaan. BNPB membekali warga yang kembali ke rumah dengan pasokan logistik berupa makanan dan perlengkapan agar kebutuhan pokok mereka tetap terjamin setelah meninggalkan pos pengungsian.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Skema Bantuan Kerusakan dan Penyaluran Logistik
Saat ini proses pendataan rumah terdampak terus berjalan sebagai dasar bagi kepala daerah dalam menentukan kebijakan pemulihan. Untuk penanganan hunian warga, BNPB menyiapkan skema bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta bagi rumah dengan tingkat kerusakan ringan dan Rp30 juta untuk kerusakan sedang. Adapun bagi rumah yang mengalami rusak berat, pemerintah merencanakan penggantian unit hunian, dengan kepastian penempatan lokasi yang akan ditetapkan lebih lanjut oleh pemerintah daerah setempat.
Di sisi lain, aktivitas kegempaan masih terpantau aktif di kawasan NTT. Hingga saat ini telah tercatat 7.492 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara M1,0 hingga M6,2, dengan 143 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Fenomena gempa susulan ini diperkirakan masih berpotensi berlangsung selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa pertama terjadi.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Untuk mendukung kebutuhan para korban, jalur pasokan terus dioptimalkan. Pos pendukung logistik nasional di Bandara Halim Perdanakusuma telah memberangkatkan total 1.682 ton bantuan, yang terdiri atas 1.112 ton logistik menuju Labuan Bajo dan 570 ton ke Maumere. Khusus pada 26 Agustus, posko Halim menerima 127 ton bantuan dan langsung menyalurkan 121 ton di antaranya ke warga di NTT.






