Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mencatatkan pencapaian penting dalam pengawasan sektor kesehatan di tingkat global setelah resmi masuk ke dalam daftar WHO Listed Authority (WLA). Penetapan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut diberikan khusus untuk fungsi pengawasan produk vaksin bersama otoritas pengawas dari 38 negara maju lainnya.
Melalui pengakuan ini, Indonesia menorehkan sejarah baru sebagai negara berpendapatan menengah pertama sekaligus negara berkembang pertama di dunia yang sistem regulasinya berhasil masuk ke dalam WLA. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa standar regulasi dan sistem pengawasan obat maupun vaksin di Indonesia dinilai telah memenuhi tolok ukur standar global tertinggi.
Sejajar dengan Otoritas Regulator Negara Maju
Penetapan resmi status WLA untuk BPOM telah dipublikasikan melalui situs resmi WHO pada 21 Desember 2025. Masuknya BPOM dalam daftar bergengsi ini menempatkan lembaga pengawas nasional sejajar dengan badan regulator terkemuka dari berbagai negara maju. Pada periode yang sama, Therapeutic Goods Administration (TGA) asal Australia turut menerima penetapan status WLA dari WHO.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Perolehan status WLA memberikan dampak yang sangat strategis bagi sektor kefarmasian tanah air. Negara yang telah mengantongi status WLA memperoleh pengakuan resmi di kancah internasional, sehingga produk farmasi dan vaksin buatan dalam negeri dapat dimasukkan ke dalam daftar produk yang direkomendasikan secara global oleh WHO.
Pembahasan Bersama Kepala BPOM
Capaian penting terkait pengawasan pangan, penguatan sistem regulasi obat, serta pengakuan dunia terhadap standar kesehatan nasional ini akan diulas secara mendalam bersama Kepala BPOM Republik Indonesia, Taruna Ikrar.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Diskusi lengkap mengenai peran strategis BPOM dan implikasi pengakuan WLA bagi Indonesia dapat disaksikan melalui siaran podcast Chat With Desi. Program tersebut tayang di saluran YouTube CNN Indonesia pada Rabu (26/8) mulai pukul 19.00 WIB.






