Operasi pemadaman jalur udara telah mencurahkan 17.000 liter air melalui 17 kali pengeboman air (water bombing) hingga Jumat (11/9) siang untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kobaran api yang terdeteksi sejak Kamis (10/9) sore tersebut dilaporkan merambat cepat hingga ke Lembah Watangan atau kawasan Bukit Teletubbies.
Titik api pertama kali muncul sekitar pukul 16.00 WIB di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Embusan angin kencang di lokasi mempercepat pergerakan api ke area perbukitan di sekitarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyatakan tim gabungan yang terdiri atas BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, dan relawan langsung berupaya memadamkan kobaran api. Namun, kontur medan yang terjal dan sulit diakses menjadi hambatan utama pemadaman melalui jalur darat.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Penanganan Udara dan Penutupan Akses
Untuk mengatasi kendala medan, helikopter PK-DAP dengan kapasitas kantong air (bucket) 1.000 liter dikerahkan sejak Jumat pagi. Helikopter tersebut mengambil sumber air dari Danau Ranu Pani di Senduro, Lumajang, guna disiramkan langsung ke titik-titik api. Operasi water bombing tersebut sempat dihentikan sementara pada siang hari akibat kabut tebal yang mengurangi jarak pandang dan keselamatan penerbangan.
Selain melanda Bukit Teletubbies, sebaran api dilaporkan telah merembet ke kawasan Gunung Kursi. Saat ini, otoritas terkait masih melakukan pendataan terhadap total luasan lahan yang terdampak kebakaran.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Sebagai langkah mitigasi keselamatan, Balai Besar TNBTS menutup akses wisatawan menuju kawasan Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Malang, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Insiden ini menjadi peristiwa karhutla kedua di TNBTS setelah kebakaran pada 3 hingga 14 Agustus 2026 lalu yang membakar sekitar 1.120 hektare lahan.






