Pemerintah Kecamatan Wuryantoro buka suara terkait kemunculan kembali kompleks kuburan kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, menegaskan bahwa penampakan deretan makam tersebut merupakan siklus tahunan yang terjadi setiap kali debit air waduk menyusut drastis pada musim kemarau.
Untuk periode tahun ini, kemunculan makam-makam lawas tersebut terbilang sedikit bergeser. Soemardjono menjelaskan bahwa nisan dan struktur makam biasanya sudah mulai terlihat mengering sejak bulan Agustus. Namun, pada tahun ini daratan makam baru tampak pada bulan September akibat penurunan volume air waduk yang berlangsung lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi makam di dasar waduk saat ini juga belum tersingkap seutuhnya. Menurut keterangan pihak kecamatan, hanya sebagian kompleks permakaman yang sudah terlihat di permukaan karena genangan air di area sekitar masih tergolong cukup tinggi.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Akses Menuju Lokasi dan Aktivitas Warga
Meski area pemakaman mulai terlihat ke permukaan, mobilitas warga di kawasan tersebut terpantau masih normal. Soemardjono menyebutkan bahwa sebagian besar pengunjung yang datang ke dasar waduk sejauh ini hanya beraktivitas untuk memancing ikan.
Jalur menuju titik kuburan kuno tergolong cukup sulit dilalui. Pengunjung harus berjalan kaki melintasi dasar waduk yang baru saja mengering. Permukaan tanah di sekitar lokasi masih berupa lumpur dan sebagian titik masih basah, sehingga memerlukan kehati-hatian ekstra bagi siapa pun yang melintas.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Keberadaan makam di dasar waduk ini berkaitan erat dengan sejarah pembangunan Waduk Gajah Mungkur di masa lalu. Sebelum ditenggelamkan menjadi danau buatan, hamparan area waduk merupakan wilayah permukiman aktif yang mencakup permukiman warga serta pemakaman umum. Pembangunan infrastruktur penampung air berskala besar tersebut tercatat menenggelamkan sekaligus merelokasi sebanyak 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Wonogiri.






