Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berupaya menurunkan tingkat stunting melalui proyek percontohan penyediaan protein ikan dengan harga terjangkau di Kabupaten Berau. Inisiatif strategis dari Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas ini memaksimalkan komoditas perikanan setempat. Bagi warga maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kaltim, program tersebut membuka jalan untuk memperbaiki asupan gizi keluarga sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah. Berikut panduan memanfaatkan program pasar ikan murah dan potensi perikanan di Bumi Etam secara maksimal.
Langkah pertama adalah mengonsumsi ikan berharga terjangkau untuk melengkapi kebutuhan gizi harian keluarga. Menurut Gubernur Rudy Mas'ud, kunci penurunan angka stunting terletak pada pemenuhan nutrisi di tingkat rumah tangga. Mengingat fungsinya sebagai sumber protein hewani, ikan sangat dibutuhkan dalam mendukung proses tumbuh kembang anak dan menghindarkan risiko gangguan pertumbuhan janin. Nutrisi pada hasil tangkapan lokal diyakini setara dengan produk pangan impor, ditambah keunggulan nilai jual yang lebih bersahabat bagi masyarakat. Oleh karena itu, konsumsi hasil laut segar perlu diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak guna mencegah stunting sejak dini.
Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

Langkah kedua adalah mengambil peluang ekonomi dengan menciptakan produk olahan ikan melalui sektor UMKM. Kalimantan Timur sejatinya menyimpan kekayaan hasil perairan darat dan laut yang melimpah, meski pemanfaatannya bagi masyarakat belum mencapai titik maksimal. Melalui sinergi antara Pemprov Kaltim dan pimpinan daerah setempat, hasil tangkapan ini diarahkan agar tidak sekadar menjadi produk jualan biasa. Pelaku UMKM lokal didorong untuk berkreasi membuat makanan berbahan dasar ikan yang disukai anak-anak. Inovasi semacam ini tidak hanya menciptakan sumber penghasilan baru, tetapi juga berkontribusi pada penekanan angka kurang gizi di daerah.
Langkah ketiga adalah berpartisipasi aktif dalam kegiatan operasi pasar terpadu dan gerakan pangan terjangkau yang rutin diadakan oleh Pemprov Kaltim. Sasaran utama kegiatan ini meliputi area padat penduduk dan kawasan dengan kerentanan gizi tinggi. Dalam kesempatan tersebut, warga dapat membeli komoditas berkualitas tinggi di bawah harga standar pasaran, mulai dari beras, telur, minyak goreng, hingga aneka sayuran. Warga disarankan untuk selalu memperbarui informasi terkait jadwal operasi pasar agar alokasi belanja rumah tangga menjadi lebih hemat dan efisien.
YLKI Minta DPR Dalami Isu Integritas Calon Komisioner BPKN

Langkah terakhir adalah mendukung kampanye gemar makan ikan di lingkungan masing-masing. Pemerintah provinsi telah mengarahkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk menyebarluaskan edukasi gizi ini ke berbagai kalangan, termasuk komunitas ibu rumah tangga, posyandu, dan institusi pendidikan. Instansi terkait juga diwajibkan bekerja sama agar distribusi bahan pangan murah beserta ikan segar mampu menembus kawasan pesisir terpencil dan area pedalaman. Dengan menggerakkan kesadaran di tingkat akar rumput, warga dapat memastikan manfaat ekonomi dan kesehatan dari program ini merata ke seluruh pelosok Kaltim.






