tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy & Earning

Cara Mengelola Energi dan Air Darurat Saat Bencana Berdasarkan Kasus Gempa Jepang

Ance ManoppoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 08.12 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengelola Energi dan Air Darurat Saat Bencana Berdasarkan Kasus Gempa Jepang
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Bencana alam yang merusak infrastruktur dasar merupakan risiko nyata yang harus diantisipasi oleh semua orang, terutama bagi para pelaku ekonomi digital yang sangat bergantung pada pasokan listrik dan konektivitas. Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang melanda Jepang dapat menjadi studi kasus yang sangat penting mengenai manajemen krisis. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya 25 orang serta merusak infrastruktur kelistrikan dan berbagai layanan dasar secara masif. Situasi pemulihan pascabencana ini menjadi semakin berat karena terjadi di tengah cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius. Dengan puluhan ribu rumah tangga yang terdampak, langkah-langkah bertahan hidup yang diterapkan oleh warga Jepang memberikan panduan praktis tentang cara mengelola energi dan air saat kondisi darurat.

Langkah pertama dalam menghadapi kelumpuhan infrastruktur adalah menyiapkan sumber daya alternatif secara mandiri untuk penerangan dan kebutuhan dasar. Berdasarkan laporan dari lokasi bencana, lebih dari 2.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik beberapa hari setelah gempa utama terjadi. Untuk mengatasi kondisi tanpa aliran listrik ini, sebuah keluarga di Kota Uki, Prefektur Kumamoto, mengambil inisiatif dengan mengandalkan penerangan dari lampu mobil dan menggunakan generator pribadi. Bagi individu yang menjalankan aktivitas ekonomi dari rumah, memiliki generator cadangan atau memanfaatkan daya dari kendaraan terbukti menjadi solusi sementara yang sangat efektif. Peralihan ke sumber daya independen ini memastikan bahwa kebutuhan penerangan darurat tetap terpenuhi di tengah ketiadaan pasokan listrik dari jaringan utama.

Langkah kedua adalah mencari tempat berlindung yang aman untuk menghindari risiko kesehatan akibat suhu ekstrem di dalam ruangan. Pemadaman listrik yang terjadi bersamaan dengan cuaca panas hingga 35 derajat Celsius membuat banyak warga terpaksa menghabiskan malam tanpa pendingin ruangan. Suhu tinggi di dalam rumah yang tidak memiliki sirkulasi udara mekanis dapat menguras kondisi fisik dengan cepat. Sebagai solusi taktis, sebagian warga memilih untuk berlindung di dalam mobil mereka guna menghindari hawa panas yang terperangkap di dalam bangunan tempat tinggal. Strategi evakuasi mandiri ke dalam kendaraan ini merupakan tindakan krusial untuk menjaga stabilitas suhu tubuh ketika fasilitas pendingin ruangan di dalam rumah tidak dapat difungsikan sama sekali.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Langkah ketiga berkaitan dengan manajemen ketat terhadap akses sumber air bersih yang tersisa. Di Kota Yatsushiro, dampak gempa bumi membuat sekitar 58.000 rumah tangga kehilangan akses air bersih secara tiba-tiba. Ketika jaringan pipa kota terputus, warga harus segera mencari alternatif dengan mengandalkan stasiun distribusi air darurat yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Pasokan air dari stasiun darurat ini jumlahnya sangat terbatas dan hanya cukup untuk menunjang kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, penghematan ekstrem wajib dilakukan, di mana warga tidak dapat lagi mandi, menyiram toilet, maupun mencuci peralatan rumah tangga seperti pada hari-hari biasa.

Langkah keempat adalah menyesuaikan kembali seluruh rutinitas harian dengan memprioritaskan pengelolaan logistik dan sumber daya yang tersisa. Situasi darurat menuntut perubahan fokus secara drastis, seperti yang dialami oleh keluarga Shimada yang terdampak bencana tersebut. Mereka kini memusatkan seluruh aktivitas sehari-hari murni pada pengelolaan persediaan air bersih. Warga harus menggunakan air secara sangat hemat di tengah cuaca panas dan tingkat kelembapan yang tinggi. Kondisi lingkungan yang berat ini memperberat proses pemulihan, sehingga menghentikan sementara aktivitas ekonomi atau pekerjaan rutin demi fokus pada manajemen air dan energi cadangan adalah keputusan yang paling rasional untuk bertahan hidup.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Langkah kelima atau terakhir adalah terus memantau informasi resmi terkait estimasi waktu pemulihan layanan dari pihak berwenang. Mengetahui kapan infrastruktur akan kembali normal sangat penting untuk menghitung rasio penggunaan cadangan air dan bahan bakar yang dimiliki. Dalam insiden di Jepang, perusahaan listrik Kyushu Electric Power secara aktif memberikan pembaruan bahwa tim teknis mereka masih terus bekerja memperbaiki jaringan yang rusak akibat gempa. Perusahaan tersebut menargetkan pasokan listrik ke seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal pada Jumat malam, tanggal 31 Juli 2026. Bersamaan dengan itu, otoritas setempat juga terus melakukan pemulihan layanan dasar serta menyalurkan bantuan, yang menjadi sinyal bagi warga untuk merencanakan ketahanan logistik mereka hingga bantuan tiba secara merata.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Manajemen Krisisgempa jepangKrisis Air Bersihinfrastruktur daruratpemadaman listrik

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap