tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Cara Menghadapi Gejolak Ekonomi Global Berdasarkan Peringatan Geopolitik Presiden Prabowo

Retno PurwantoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 17.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menghadapi Gejolak Ekonomi Global Berdasarkan Peringatan Geopolitik Presiden Prabowo
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan peringatan tegas mengenai situasi dunia yang saat ini dinilai sangat rawan. Saat berpidato di hadapan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026, ia mewaspadai berbagai konflik yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa dengan banyaknya pertempuran yang meletus saat ini, bahaya perang nuklir tidak bisa diremehkan. Bagi para pelaku usaha dan profesional di sektor ekonomi, peringatan dari Istana ini menjadi landasan penting mengenai cara memahami dinamika geopolitik yang dapat memicu gejolak

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
ekonomi global
yang harus diantisipasi sejak dini.

Cara pertama untuk memitigasi dampak ekonomi dari situasi ini adalah dengan memahami skala konflik yang sedang berlangsung di tingkat global. Mantan menteri pertahanan tersebut mencontohkan perang besar yang terjadi di Eropa antara Ukraina dan Rusia. Konflik strategis ini telah berlangsung sejak tahun 2022 dan tercatat sudah berlangsung lebih lama dari Perang Dunia I, yang terjadi pada kurun waktu 1914-1918. Lebih jauh lagi, Presiden Prabowo memperkirakan bahwa perang di Ukraina tersebut bisa berlangsung lebih lama dari Perang Dunia II, yang tercatat mulai dari September 1939 hingga pertengahan Mei 1945. Memahami eskalasi pertempuran ini menjadi panduan bagi pengusaha untuk memproyeksikan ketidakpastian pasar.

Baca Juga

Penyebab dan Kronologi Kebakaran di Hotel Pullman Jakarta Barat

Penyebab dan Kronologi Kebakaran di Hotel Pullman Jakarta Barat

Langkah berikutnya dalam memetakan risiko ekonomi adalah memperhatikan ketegangan di wilayah lain yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar. Situasi di Gaza, Libanon, dan Timur Tengah dilaporkan meletus lebih parah lagi. Di Selat Hormuz, Iran, ketegangan sampai sekarang belum selesai. Presiden Prabowo juga menyoroti laporan yang mengatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Hal ini memicu kekhawatiran meluasnya perlombaan senjata. Menurutnya, kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Uni Emirat juga mau punya senjata nuklir, Qatar juga mau punya senjata nuklir, dan Mesir juga mau punya senjata nuklir. Ancaman perang nuklir di Ukraina maupun di Timur Tengah adalah faktor risiko utama yang wajib diperhitungkan.

Sebagai langkah konkret dalam menghadapi ancaman volatilitas tersebut, para pengusaha menerapkan strategi kolaborasi ekonomi domestik. Sekitar 150 pengusaha tampak hadir pada pertemuan hari Jumat di Istana Kepresidenan Jakarta. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakire, menyampaikan bahwa seluruh pimpinan Kadin dari 38 provinsi menghadiri undangan Presiden Prabowo tersebut. Pertemuan ini difokuskan pada upaya strategis, di mana mereka ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah. Memperkuat fundamental ekonomi dari tingkat daerah adalah taktik utama yang sedang diupayakan oleh para pelaku usaha nasional untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah ancaman krisis.

Baca Juga

Wacana Prabowo Subianto Menjadi Duta Kopi Indonesia Usai Masa Kepresidenan

Wacana Prabowo Subianto Menjadi Duta Kopi Indonesia Usai Masa Kepresidenan

Cara terakhir untuk memperkuat daya tahan bisnis adalah dengan memperluas jaringan melalui kolaborasi lintas sektor. Selain para pimpinan Kadin dari berbagai provinsi, pertemuan tersebut juga diikuti oleh tiga puluh asosiasi dan himpunan pengusaha. Diskusi yang melibatkan berbagai sektor ini diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Langkah konsolidasi ini sejalan dengan peringatan yang sudah pernah disampaikan sebelumnya, saat Prabowo pernah mengundang pengusaha Kadin ke rumah pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Agustus tahun lalu. Pada pertemuan di Hambalang tersebut, Presiden Prabowo telah memberi peringatan bahwa kondisi ekonomi dan geopolitik global akan bergejolak. Melalui penyatuan kekuatan dari 38 provinsi dan puluhan asosiasi, sektor usaha diharapkan siap melewati gejolak yang dipicu oleh konflik global.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoEkonomi GlobalManajemen RisikogeopolitikKadin Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Penyebab dan Kronologi Kebakaran di Hotel Pullman Jakarta BaratStrategi InJourney Menjadikan MotoGP Mandalika Sebagai Mesin Ekonomi PariwisataWacana Prabowo Subianto Menjadi Duta Kopi Indonesia Usai Masa KepresidenanSuntikan Dana Tambahan untuk Pemerintah Daerah Tunggu Persetujuan PresidenDampak Finansial Proyek Kereta Cepat Whoosh Terhadap Keuangan KAI dan Peran DanantaraLangkah Tepat Menghitung Transaksi dan Pajak Emas Antam Saat Harga TurunPerkembangan Proyek Pipa Gas Dusem Segmen 2 dan Peluang Ekonomi RegionalMemahami Pergerakan Harga dan Aturan Pajak dalam Transaksi Emas Antam

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap