Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan peringatan tegas mengenai situasi dunia yang saat ini dinilai sangat rawan. Saat berpidato di hadapan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026, ia mewaspadai berbagai konflik yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa dengan banyaknya pertempuran yang meletus saat ini, bahaya perang nuklir tidak bisa diremehkan. Bagi para pelaku usaha dan profesional di sektor ekonomi, peringatan dari Istana ini menjadi landasan penting mengenai cara memahami dinamika geopolitik yang dapat memicu gejolak ekonomi global yang harus diantisipasi sejak dini.
Cara pertama untuk memitigasi dampak ekonomi dari situasi ini adalah dengan memahami skala konflik yang sedang berlangsung di tingkat global. Mantan menteri pertahanan tersebut mencontohkan perang besar yang terjadi di Eropa antara Ukraina dan Rusia. Konflik strategis ini telah berlangsung sejak tahun 2022 dan tercatat sudah berlangsung lebih lama dari Perang Dunia I, yang terjadi pada kurun waktu 1914-1918. Lebih jauh lagi, Presiden Prabowo memperkirakan bahwa perang di Ukraina tersebut bisa berlangsung lebih lama dari Perang Dunia II, yang tercatat mulai dari September 1939 hingga pertengahan Mei 1945. Memahami eskalasi pertempuran ini menjadi panduan bagi pengusaha untuk memproyeksikan ketidakpastian pasar.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Langkah berikutnya dalam memetakan risiko ekonomi adalah memperhatikan ketegangan di wilayah lain yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar. Situasi di Gaza, Libanon, dan Timur Tengah dilaporkan meletus lebih parah lagi. Di Selat Hormuz, Iran, ketegangan sampai sekarang belum selesai. Presiden Prabowo juga menyoroti laporan yang mengatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Hal ini memicu kekhawatiran meluasnya perlombaan senjata. Menurutnya, kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Uni Emirat juga mau punya senjata nuklir, Qatar juga mau punya senjata nuklir, dan Mesir juga mau punya senjata nuklir. Ancaman perang nuklir di Ukraina maupun di Timur Tengah adalah faktor risiko utama yang wajib diperhitungkan.
Sebagai langkah konkret dalam menghadapi ancaman volatilitas tersebut, para pengusaha menerapkan strategi kolaborasi ekonomi domestik. Sekitar 150 pengusaha tampak hadir pada pertemuan hari Jumat di Istana Kepresidenan Jakarta. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakire, menyampaikan bahwa seluruh pimpinan Kadin dari 38 provinsi menghadiri undangan Presiden Prabowo tersebut. Pertemuan ini difokuskan pada upaya strategis, di mana mereka ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah. Memperkuat fundamental ekonomi dari tingkat daerah adalah taktik utama yang sedang diupayakan oleh para pelaku usaha nasional untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah ancaman krisis.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Cara terakhir untuk memperkuat daya tahan bisnis adalah dengan memperluas jaringan melalui kolaborasi lintas sektor. Selain para pimpinan Kadin dari berbagai provinsi, pertemuan tersebut juga diikuti oleh tiga puluh asosiasi dan himpunan pengusaha. Diskusi yang melibatkan berbagai sektor ini diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Langkah konsolidasi ini sejalan dengan peringatan yang sudah pernah disampaikan sebelumnya, saat Prabowo pernah mengundang pengusaha Kadin ke rumah pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Agustus tahun lalu. Pada pertemuan di Hambalang tersebut, Presiden Prabowo telah memberi peringatan bahwa kondisi ekonomi dan geopolitik global akan bergejolak. Melalui penyatuan kekuatan dari 38 provinsi dan puluhan asosiasi, sektor usaha diharapkan siap melewati gejolak yang dipicu oleh konflik global.






