tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Keuangan & Investasi

Cara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026

Ance ManoppoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kondisi pasar modal saat ini tengah menghadapi dinamika dan tantangan yang cukup berat bagi para pelaku pasar. Menurut Darma Yudha, Investment Director PT Trimegah Asset Management, periode sekarang merupakan salah satu masa paling menantang dan tersulit bagi pasar sejak krisis keuangan pada tahun 2008 silam. Meski demikian, para pelaku pasar tetap menyimpan optimisme yang tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia. Hal ini terungkap secara komprehensif dalam acara DBS Insights Forum 2026 pada sesi yang bertajuk "Indonesia: Built on Strong Fundamentals" yang diselenggarakan pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Forum ini menghadirkan berbagai pakar untuk membedah strategi investasi yang tepat di tengah ketidakpastian. Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan portofolio investasi dan mencari peluang di tengah situasi ini, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan berdasarkan pandangan para ahli dalam forum tersebut.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Langkah pertama dalam menyusun strategi adalah memahami kekuatan fundamental ekonomi domestik yang menjadi penopang utama pertumbuhan. Boy Suhendry, selaku Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia, menekankan bahwa Indonesia memiliki faktor-faktor fundamental yang sangat kuat, seperti ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, tingginya tingkat konsumsi domestik, keberadaan bonus demografi, hingga keberlanjutan proses hilirisasi industri. Sejalan dengan hal tersebut, Yunarto Wijaya, Executive Director Charta Politika Indonesia, menyoroti perhatian besar yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap pengelolaan sumber daya alam di dalam negeri serta berbagai upaya reindustrialisasi. Fokus pemerintah pada sektor-sektor ini memberikan landasan yang kokoh bagi para investor untuk melirik instrumen investasi jangka panjang yang memiliki keterkaitan langsung dengan program hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam nasional.

Langkah kedua adalah mencermati peluang baru dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang diproyeksikan menjadi katalis pendorong ekonomi. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan diyakini bisa menjadi katalis baru yang signifikan bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Dengan status tersebut, Indonesia berpeluang besar mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk industri kecerdasan buatan dan pengembangan pusat data. Anda dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana investasi pada sektor-sektor komoditas atau perusahaan yang berada dalam rantai pasok industri teknologi tinggi ini, mengingat permintaan global terhadap nikel diprediksi akan terus mengalami peningkatan seiring masifnya adopsi teknologi kecerdasan buatan.

Baca Juga

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Langkah ketiga berfokus pada penyesuaian portofolio di pasar pendapatan tetap atau obligasi. Di tengah berbagai ketidakpastian, keputusan lembaga pemeringkat S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat Indonesia tentu menjadi sentimen positif yang sangat berharga bagi pasar obligasi domestik. Menyikapi kondisi pasar yang masih berfluktuasi, PT Trimegah Asset Management menyarankan agar investor menerapkan strategi perlindungan nilai. Secara spesifik, Trimegah Asset Management masih merekomendasikan investor untuk memperbanyak porsi obligasi berdurasi pendek di dalam portofolio mereka. Pilihan pada obligasi berdurasi pendek ini dinilai jauh lebih aman dan efektif untuk menjaga stabilitas nilai aset sekaligus meminimalisasi risiko dari fluktuasi suku bunga atau guncangan pasar global yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Langkah keempat adalah melakukan seleksi ketat pada instrumen saham dengan menitikberatkan pada sektor-sektor yang memiliki daya tahan tinggi. Edi Kusnadi, Director PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, memberikan panduan agar investor lebih berhati-hati dan selektif. Batavia Prosperindo Aset Manajemen merekomendasikan sektor-sektor yang terbilang cukup defensif, seperti sektor konsumer dan perawatan kesehatan. Sektor-sektor defensif ini cenderung lebih stabil dalam menghadapi guncangan ekonomi karena produk serta layanannya merupakan kebutuhan primer yang akan selalu dicari oleh masyarakat dalam situasi apa pun. Terlebih lagi, fundamental ekonomi nasional masih terbukti solid dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang masih bertahan di kisaran 5 persen, sehingga memberikan ruang bagi emiten di sektor defensif untuk terus mencetak kinerja positif.

Baca Juga

Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Langkah terakhir adalah memastikan bahwa Anda senantiasa memantau perkembangan indikator ekonomi makro dan bermitra dengan institusi keuangan yang memiliki rekam jejak teruji. Mengelola kekayaan di tengah pasar yang dinamis memerlukan akses terhadap wawasan yang tepat serta panduan dari para ahli yang kompeten di bidangnya. Sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka yang memfasilitasi diskusi strategis ini, PT Bank DBS Indonesia telah membuktikan keandalannya di industri perbankan dan pengelolaan kekayaan. Reputasi tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Bank DBS Indonesia meraih penghargaan bergengsi, antara lain Indonesia's Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia, penghargaan Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance, serta pengakuan sebagai Best Wealth Manager Highly Commended dari The Asset. Dengan panduan yang tepat, Anda dapat merancang strategi investasi yang tidak hanya tangguh, tetapi juga mampu mengoptimalkan setiap peluang pertumbuhan yang ada.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaObligasiDBS Insights Forum 2026Strategi InvestasiSektor Defensif

Berita Terbaru Lainnya

Alasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap RisikoCara Menganalisis Aksi Beli Asing Saat IHSG Rebound untuk Keputusan InvestasiAnalisis Kinerja Keuangan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) pada Semester I-2026Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Gawai dan Peluang Pasar Ponsel BekasDampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang MenyusutPanduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan VivoAlasan Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Dipisah dari Dana Pendidikan APBN 2026Cara Menghindari Praktik Pemerasan Berkedok Pengurusan Perkara Hukum

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Alasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap Risiko

Ekonomi Digital

Alasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap Risiko

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap