Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi memberhentikan Achmad Hidayat dari keanggotaan partai melalui Surat Keputusan Nomor 105/KPTS/DPP/IX/2026. Surat keputusan pemecatan tersebut diteken langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto di Jakarta pada 4 September 2026.
Langkah pemecatan tersebut sempat dikaitkan dengan kabar kunjungan Achmad Hidayat ke kediaman Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Namun, Said Abdullah meluruskan bahwa kedatangan Hidayat ke rumah Jokowi bukanlah alasan tunggal atas penjatuhan sanksi pemecatan tersebut.
Dugaan Pelanggaran Etika dan Disiplin
Said Abdullah membeberkan bahwa Achmad Hidayat dipecat karena telah melakukan sederet pelanggaran berat sebagai kader partai. Ketua Badan Anggaran DPR RI itu menyebutkan bahwa sesungguhnya terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak disampaikan oleh partai kepada publik. Pelanggaran berat yang diduga dilakukan Hidayat bahkan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan ranah perdata maupun pidana.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Dalam surat pemecatan yang diterbitkan DPP PDIP, partai merinci sejumlah dugaan pelanggaran etika dan disiplin yang menyebabkan Achmad Hidayat didepak dari keanggotaan partai. Rincian dugaan pelanggaran tersebut di antaranya mencakup tindakan penyalahgunaan wewenang hingga melakukan intimidasi kepada pengurus partai.
Garis Komando Partai dan Isu PSI
Juru Bicara DPP PDIP Aryo Seno Bagaskoro menegaskan bahwa tindakan pemecatan merupakan konsekuensi logis bagi kader yang terbukti membangkang dari garis komando partai. Aryo menyatakan bahwa saat ini lebih baik seluruh energi dan gotong royong partai difokuskan untuk kerja-kerja kerakyatan, riset, serta pengelolaan risiko bencana dan ancaman dampak El Nino di berbagai area yang terdampak.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Di sisi lain, setelah menerima keputusan pemberhentian tersebut, Achmad Hidayat turut menanggapi isu mengenai langkah politiknya. Hidayat memastikan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima pinangan atau tawaran apa pun dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).






