Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama gabungan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8). Massa yang beranggotakan warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersebut memusatkan aksinya di Senayan untuk menyampaikan aspirasi terkait agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Koordinator AMPB Supriyono, yang akrab disapa Botok, menyampaikan bahwa aksi 27 Agustus membawa dua tuntutan utama kepada para wakil rakyat. Tuntutan pertama adalah mendesak DPR RI dan pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Tuntutan kedua, massa meminta aparat penegak hukum dan regulator menerapkan hukuman terberat bagi para terpidana korupsi.
Botok menegaskan bahwa kehadiran massa dari Jawa Tengah di Jakarta bertujuan memberi masukan konkret kepada DPR RI, sekaligus mendukung pergerakan rekan-rekan mereka di wilayah Jabodetabek. Pihaknya memastikan unjuk rasa berjalan damai, tidak berniat menimbulkan kerusuhan, dan tidak menyebar ke kawasan lain di luar area depan Gedung DPR RI.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

AMPB juga menepis adanya agenda politis untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gerakan tersebut menyatakan tetap mendukung jalannya pemerintahan agar roda pemerintahan dapat berjalan lebih baik, khususnya melalui penguatan payung hukum pemberantasan tindak pidana korupsi.
Aspirasi serupa sebelumnya telah disuarakan AMPB di tingkat daerah pada 13 Agustus lalu. Dalam unjuk rasa di Kabupaten Pati tersebut, massa meminta DPRD Kabupaten Pati meneruskan usulan agar RUU Perampasan Aset segera dibahas dan disahkan oleh pemerintah pusat bersama DPR.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Menanggapi rencana unjuk rasa 27 Agustus, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa parlemen siap menampung masukan maupun aspirasi dari publik. Politikus PDIP tersebut menyampaikan bahwa pimpinan DPR secara bergantian rutin menemui berbagai kelompok masyarakat yang datang menyampaikan pendapat.
Puan, yang berbicara usai menghadiri acara bedah buku di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (26/8), turut mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban bersama selama menyuarakan tuntutan dan tidak melakukan tindakan yang memicu kericuhan.






