Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk yang terletak di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Musibah ini terjadi pada Senin (10/8) malam dan menghanguskan puluhan rumah warga di wilayah tersebut. Meskipun kobaran api sangat besar dan menghancurkan banyak tempat tinggal, dilaporkan tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia akibat kejadian ini. Kendati demikian, terdapat dua orang warga yang dilaporkan mengalami luka-luka ringan akibat musibah kebakaran tersebut.
Berdasarkan data dan laporan resmi yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar melalui Fadli Tahar pada Selasa (11/8) pagi, kebakaran ini menghanguskan total 37 unit rumah tinggal. Dampak dari kebakaran ini sangat dirasakan oleh masyarakat setempat, di mana sebanyak 60 kepala keluarga (KK) dengan total 245 jiwa kehilangan tempat tinggal mereka atau terdampak langsung. Kerusakan bangunan yang terjadi cukup bervariasi, dengan rincian sebanyak 25 unit rumah mengalami rusak berat, 7 unit rumah mengalami rusak sedang, dan 5 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Secara administratif, penyebaran rumah warga yang mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah ini terbagi di dua wilayah rukun tetangga. Sebanyak 20 unit rumah yang terdampak berada di wilayah RT 03/RW 04, sedangkan 17 unit rumah lainnya yang juga mengalami kerusakan berlokasi di wilayah RT 04/RW 04. Di sisi lain, penyelidikan mengenai penyebab awal terjadinya kebakaran ini juga terus dilakukan. Kapolsek Bontoala, Andi Aris, memberikan keterangan bahwa peristiwa kebakaran hebat di kawasan padat penduduk ini diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Untuk mengatasi kobaran api yang dengan cepat membesar, Pemadam Kebakaran Makassar segera mengambil tindakan cepat dengan mengerahkan kekuatan penuh. Pihak pemadam kebakaran mengirimkan sekitar 40 unit armada pemadam dan mengerahkan sebanyak 80 personel ke lokasi kejadian. Keterangan dari pihak Operasional Pemadam Kebakaran Makassar yang diwakili oleh Cakrawala menyebutkan bahwa upaya pemadaman ini juga dibantu oleh solidaritas sesama petugas. Banyak personel pemadam kebakaran yang sebenarnya sedang dalam posisi lepas piket turut datang dan bergabung untuk membantu memadamkan api.
Proses pemadaman api di lapangan tidak berjalan dengan mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni hampir dua jam hingga api benar-benar bisa dikendalikan. Petugas pemadam kebakaran menghadapi berbagai kendala yang cukup menyulitkan pergerakan mereka di lokasi kejadian. Hambatan utama yang dihadapi oleh tim di lapangan adalah akses jalan masuk menuju titik api yang tergolong sangat sempit. Selain itu, situasi diperparah oleh banyaknya kerumunan warga masyarakat yang berkumpul di sekitar lokasi kebakaran, yang secara langsung menghambat ruang gerak petugas dan armada pemadam.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Kondisi tata letak dan karakteristik bangunan di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3 juga menjadi faktor pendukung cepatnya penyebaran api. Sebagian besar bangunan rumah yang berdiri di kawasan permukiman padat penduduk tersebut merupakan bangunan dengan struktur semi permanen. Jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya dibangun sangat berdekatan dan rapat. Kondisi fisik lingkungan yang padat dan material bangunan yang rentan inilah yang membuat api dengan sangat cepat merambat dan menghanguskan puluhan rumah warga dalam waktu singkat.






