tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Gawai dan Peluang Pasar Ponsel Bekas

Andi SompaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 11.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Gawai dan Peluang Pasar Ponsel Bekas
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini membawa dampak yang cukup nyata terhadap berbagai sektor ekonomi di tanah air, khususnya pada pasar produk elektronik. Pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat yang kini diperdagangkan di kisaran level Rp 18.000-an menciptakan tantangan tersendiri bagi industri teknologi dalam negeri. Kondisi pergerakan nilai tukar ini menjadi salah satu pendorong utama melonjaknya harga barang-barang elektronik di pasaran, termasuk perangkat telepon seluler pintar atau ponsel pintar. Akibat dari kenaikan harga yang cukup tajam tersebut, angka penjualan di sektor peralatan komunikasi ini cenderung menjadi lesu karena masyarakat mulai menahan pengeluaran mereka.

Kenaikan harga gawai baru di pasar lokal ini sangat erat kaitannya dengan membengkaknya biaya produksi yang harus ditanggung oleh pihak produsen. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) dari Kementerian Perindustrian, Feby Setyo Hariyono, menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah secara langsung berdampak pada peningkatan biaya impor. Kenaikan ini sangat terasa pada pengadaan komponen serta bahan baku elektronik yang memang masih didominasi oleh pasokan dari luar negeri. Ketergantungan industri dalam negeri terhadap material impor ini membuat produsen dan distributor tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual produk akhir kepada para konsumen.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Di samping masalah fluktuasi nilai tukar mata uang, industri telepon seluler secara global juga tengah dihadapkan pada tantangan rantai pasok yang tidak kalah berat. Saat ini, krisis pasokan cip dan memori global sedang mengganggu kelancaran produksi ponsel pintar di berbagai belahan dunia. Dampak dari krisis rantai pasokan komponen elektronik ini diproyeksikan akan terus berlanjut hingga menyebabkan penurunan kapasitas produksi ponsel pintar secara global pada tahun 2026 mendatang. Hal ini tentu menambah tingkat ketidakpastian bagi para pelaku industri, importir, dan distributor di Indonesia yang harus mengelola ketersediaan stok barang di tengah permintaan yang sedang tidak stabil.

Baca Juga

Memahami Era Suku Bunga Tinggi Global dan Dampaknya terhadap Ekonomi Indonesia

Memahami Era Suku Bunga Tinggi Global dan Dampaknya terhadap Ekonomi Indonesia

Kondisi pasar gawai yang sedang tertekan ini juga tercermin secara jelas dalam data resmi yang dirilis oleh otoritas moneter. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, penjualan eceran untuk kelompok peralatan informasi, komunikasi, dan elektronik saat ini masih mengalami kontraksi yang cukup dalam. Penurunan volume penjualan eceran ini menjadi indikator utama bahwa daya beli masyarakat terhadap barang-barang elektronik baru sedang mengalami penurunan yang signifikan. Lonjakan harga di tingkat ritel membuat konsumen berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk memperbarui atau membeli perangkat komunikasi keluaran terbaru.

Sebagai alternatif yang rasional di tengah melambungnya harga perangkat baru, pasar ponsel pintar bekas atau gawai purnajual kini justru menunjukkan geliat pertumbuhan yang sangat positif. Harga dan permintaan terhadap ponsel pintar bekas terpantau mengalami pertumbuhan yang pesat belakangan ini. Tren beralihnya minat konsumen ke perangkat bekas ini diperkirakan akan menjadi salah satu penopang utama bagi keberlangsungan pasar perangkat seluler secara keseluruhan pada tahun 2026. Fenomena pergeseran minat ini diprediksi akan sangat menonjol di negara-negara berkembang yang masyarakatnya sangat sensitif terhadap perubahan harga, termasuk di pasar Indonesia.

Baca Juga

Sinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan

Sinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan

Bagi para konsumen di Indonesia yang tetap membutuhkan pembaruan perangkat komunikasi di masa ekonomi yang penuh tantangan ini, beralih ke pasar ponsel pintar bekas yang berkualitas dapat menjadi panduan taktis untuk mengelola keuangan pribadi. Sementara itu, bagi para pelaku usaha di sektor ekonomi digital dan perdagangan gawai, momentum pertumbuhan pasar ponsel bekas ini membuka peluang bisnis alternatif yang sangat menjanjikan. Dengan memfokuskan strategi penjualan pada perangkat purnajual, para pedagang ritel dapat menjaga perputaran arus kas dan mempertahankan kelangsungan usaha di tengah lesunya angka penjualan unit ponsel pintar dalam kondisi baru.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaRupiahDolar ASKemenperinHarga HPPonsel Bekas

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menyikapi Penguatan IHSG ke Level 6.200 untuk Strategi Investasi AndaMemahami Era Suku Bunga Tinggi Global dan Dampaknya terhadap Ekonomi IndonesiaPanduan Perencanaan Dana Pensiun Karyawan Melalui Program DPLK bjb siapSinergi BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja RentanAlasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap RisikoCara Menganalisis Aksi Beli Asing Saat IHSG Rebound untuk Keputusan InvestasiAnalisis Kinerja Keuangan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) pada Semester I-2026Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Cara Menyikapi Penguatan IHSG ke Level 6.200 untuk Strategi Investasi Anda

Investasi

Cara Menyikapi Penguatan IHSG ke Level 6.200 untuk Strategi Investasi Anda

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap