Sebuah pesawat rakit jenis Sky Ranger melakukan pendaratan darurat hingga terbakar di area persawahan warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Dua orang di dalam pesawat yang terdiri dari pilot dan kopilot dilaporkan selamat dari peristiwa tersebut setelah sempat berlari menjauhi pesawat sesaat sebelum api membakar badan pesawat.
Kapolsek Ngawen AKP Umbaran Wibowo mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi ketika pesawat sedang menempuh perjalanan udara menuju Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, pesawat rakit tersebut baru saja mengikuti agenda Pangandaran Air Shower 2027 selama tiga hari terakhir.
Kronologi Penerbangan dan Gangguan Mesin
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, rangkaian perjalanan bermula saat pesawat lepas landas atau take off dari Pangandaran pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 08.30 WIB menuju Malang. Dalam rute penerbangan tersebut, pesawat terlebih dahulu transit dan mendarat di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, guna melakukan pengisian bahan bakar.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Setelah pengisian bahan bakar di Bandara Adi Sucipto selesai, pesawat kembali mengudara untuk melanjutkan perjalanan menuju Lanud Abdul Rahman Saleh di Malang. Namun, saat berada di tengah perjalanan di atas wilayah Blora, pesawat mengalami kendala teknis berupa masalah pada mesin. Gangguan mesin tersebut memaksa penerbang melakukan tindakan pendaratan darurat di area persawahan milik warga di Desa Sarimulyo, Ngawen.
Penyelamatan Diri Pilot dan Kopilot
Sesaat setelah melakukan pendaratan darurat di area persawahan, pesawat rakit tersebut terbakar. Mengetahui adanya bahaya, kedua awak di dalam pesawat langsung bergegas keluar dan berlari menjauh dari badan pesawat sebelum api membesar dan melalap pesawat rakit tersebut.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

AKP Umbaran Wibowo mengonfirmasi bahwa kedua awak pesawat dipastikan selamat. Identitas kedua orang tersebut yakni pilot bernama Ignatius Andreas asal Tangerang Selatan dan kopilot bernama Dhony Vasmin asal Surabaya. Keduanya berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api tanpa mengalami fatalitas.






