Ketua Umum Partai Demokrat yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan penjelasan langsung mengenai isi pidato politiknya yang sempat menyinggung persoalan pemilu. Klarifikasi tersebut disampaikan AHY di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9) malam.
AHY menyampaikan bahwa penegasan ini penting dilakukan karena ia khawatir ada pihak yang salah menafsirkan materi pidatonya. Ia menerangkan bahwa pidato politik yang disampaikannya pada Sabtu (5/9) itu pada dasarnya merupakan refleksi sekaligus kontemplasi. Tujuannya adalah untuk menyemangati kader Partai Demokrat, meneguhkan kembali nilai-nilai partai, serta memastikan seluruh kader memahami tanggung jawab mereka sebagai bagian dari pemerintahan saat ini.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Dalam pidatonya di Indonesia Arena, AHY menegaskan bahwa posisi politik Partai Demokrat sangat jelas dan tidak ambigu. AHY menekankan komitmen partainya yang ingin memastikan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil dan sukses tanpa ada tujuan lain.
Pidato AHY pada Sabtu (5/9) sebelumnya sempat memicu berbagai tanggapan lantaran menyinggung soal pemilu dan batas waktu bagi seorang pemimpin atau presiden. Salah satu tanggapan datang dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Baleg DPR, Ahmad Doli Kurnia. Pada Senin (7/9), Doli menilai bahwa dilihat dari nuansa penyampaian, gestur, dan posisinya, AHY tampak memberikan sinyal kuat siap menjadi salah satu kontender dalam kontestasi Pilpres mendatang.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Menanggapi ramainya sorotan terhadap pidato tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kritik dan koreksi merupakan bagian yang lumrah dalam negara demokrasi. Prabowo berpandangan bahwa bangsa yang besar dan memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas adanya kritik maupun koreksi. Kepala Negara juga menegaskan kembali apresiasinya terhadap itikad AHY dan Partai Demokrat yang menyatakan kesiapan untuk terus bersama-sama bekerja demi kepentingan rakyat.






