Sektor industri manufaktur, khususnya bidang garmen di Jawa Tengah, saat ini tengah menghadapi dinamika yang berujung pada ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Hampir 1.500 pekerja di dua perusahaan garmen berskala besar di wilayah tersebut terancam kehilangan mata pencaharian mereka. Fenomena ini menjadi perhatian penting dalam lanskap ekonomi dan ketenagakerjaan, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas pendapatan para pekerja. Dua entitas bisnis yang menjadi pusat dari gelombang PHK ini adalah PT Victory Apparel yang berlokasi di Kota Semarang serta PT Samwon yang beroperasi di Kabupaten Jepara.
Secara rinci, kondisi yang dialami oleh PT Victory Apparel bermula dari rentetan tantangan finansial yang telah berlangsung cukup lama. Perusahaan yang operasionalnya didukung penuh oleh investor asal China ini dilaporkan terus mengalami masalah keuangan sejak masa pandemi COVID-19 melanda. Akibat ketidakstabilan finansial yang berkepanjangan tersebut, manajemen PT Victory Apparel di Kota Semarang diperkirakan harus mengambil langkah berat dengan melakukan PHK yang akan berdampak pada sekitar 800 pekerja di fasilitas produksi mereka.








