tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Ketenagakerjaan

Dinamika Industri Garmen di Jawa Tengah, Penyebab PHK Massal dan Solusi Penyerapan Tenaga Kerja

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 09.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Industri Garmen di Jawa Tengah, Penyebab PHK Massal dan Solusi Penyerapan Tenaga Kerja
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Sektor industri manufaktur, khususnya bidang garmen di Jawa Tengah, saat ini tengah menghadapi dinamika yang berujung pada ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Hampir 1.500 pekerja di dua perusahaan garmen berskala besar di wilayah tersebut terancam kehilangan mata pencaharian mereka. Fenomena ini menjadi perhatian penting dalam lanskap ekonomi dan ketenagakerjaan, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas pendapatan para pekerja. Dua entitas bisnis yang menjadi pusat dari gelombang PHK ini adalah PT Victory Apparel yang berlokasi di Kota Semarang serta PT Samwon yang beroperasi di Kabupaten Jepara.

Secara rinci, kondisi yang dialami oleh PT Victory Apparel bermula dari rentetan tantangan finansial yang telah berlangsung cukup lama. Perusahaan yang operasionalnya didukung penuh oleh investor asal China ini dilaporkan terus mengalami masalah keuangan sejak masa pandemi COVID-19 melanda. Akibat ketidakstabilan finansial yang berkepanjangan tersebut, manajemen PT Victory Apparel di Kota Semarang diperkirakan harus mengambil langkah berat dengan melakukan PHK yang akan berdampak pada sekitar 800 pekerja di fasilitas produksi mereka.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Sementara itu, situasi yang tidak kalah menantang juga terjadi pada PT Samwon di Kabupaten Jepara. Perusahaan garmen yang mendapatkan dukungan modal dari investor asal Korea Selatan ini mengambil langkah yang lebih drastis dalam merespons dinamika bisnis saat ini. Manajemen PT Samwon telah memilih untuk menutup seluruh kegiatan operasional bisnisnya di Jepara. Keputusan penutupan fasilitas ini berujung pada rencana eksekusi PHK yang diproyeksikan akan menimpa sekitar 670 pekerja yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan tersebut.

Baca Juga

Modus Penipuan Kualitas Beras yang Menyebabkan Kerugian Konsumen Rp 100 Triliun

Modus Penipuan Kualitas Beras yang Menyebabkan Kerugian Konsumen Rp 100 Triliun

Informasi mengenai potensi PHK massal ini pertama kali mencuat melalui laporan dari Said Iqbal, yang menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Melalui sebuah keterangan tertulis yang dirilis pada hari Kamis (23/7/2026), Said Iqbal menyoroti besarnya jumlah pekerja yang terdampak di kedua perusahaan garmen tersebut dan menjadikan isu ini sebagai prioritas pengawasan ketenagakerjaan.

Untuk menelusuri akar permasalahan secara objektif, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung mengambil tindakan dengan melakukan kunjungan lapangan. Hasil dari investigasi lapangan tersebut diungkapkan oleh Rizky Aditya Wijaya, selaku Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan pada hari Kamis (30/7/2026). Rizky mengonfirmasi bahwa pemicu utama dari ancaman PHK ini adalah terjadinya penurunan pesanan ekspor secara drastis dari para pelanggan bisnis atau segmen business-to-business (B2B).

Baca Juga

Membangun Industri Sawit Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi di Pangkalan Bun

Membangun Industri Sawit Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi di Pangkalan Bun

Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bahwa PT Victory Apparel dan PT Samwon merupakan perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan berikat. Seluruh kapasitas produksi dari kedua perusahaan tersebut secara khusus memang diperuntukkan bagi pemenuhan pasar ekspor global. Oleh karena itu, Kemenperin menegaskan bahwa keputusan pengurangan tenaga kerja dan penutupan bisnis ini murni disebabkan oleh faktor internal berupa turunnya permintaan pesanan pasar internasional. Kondisi ini dipastikan tidak memiliki kaitan sama sekali dengan isu maraknya banjir produk impor di pasar domestik.

Sebagai solusi dan langkah mitigasi atas gelombang PHK ini, pemerintah melalui Kemenperin telah menyiapkan strategi penyerapan tenaga kerja. Kemenperin berkomitmen untuk mendorong proses penyerapan para buruh yang terkena PHK agar dapat segera tersalurkan ke perusahaan-perusahaan baru. Prospek ini sangat terbuka lebar mengingat pada tahun 2026 ini, masih terdapat banyak aliran investasi baru di sektor garmen maupun sektor alas kaki yang masuk dan menanamkan modalnya di wilayah Jawa Tengah. Dengan adanya investasi baru tersebut, diharapkan masa transisi ribuan pekerja yang terdampak dapat berjalan dengan optimal menuju peluang kerja yang baru.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KetenagakerjaanKemenperinPHK Jawa TengahIndustri GarmenInvestasi 2026

Berita Terbaru Lainnya

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang MenyusutCara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan VivoAlasan Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Dipisah dari Dana Pendidikan APBN 2026Cara Menghindari Praktik Pemerasan Berkedok Pengurusan Perkara HukumModus Penipuan Kualitas Beras yang Menyebabkan Kerugian Konsumen Rp 100 TriliunMembangun Industri Sawit Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi di Pangkalan BunCara Pemda Memanfaatkan Pencairan DBH dan Top Up DAU untuk Membayar Gaji PPPK

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Info Lokal

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap