Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengecam keras aksi penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan.
Reaksi keras datang dari jajaran Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan keamanan. Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak aparat penegak hukum dan keamanan tidak hanya memburu pelaku lapangan, tetapi juga mengusut tuntas seluruh jaringan yang terlibat, mulai dari perencana hingga pihak penyuplai senjata.
Sukamta turut mengingatkan pemerintah agar memperketat deteksi dini, memperkuat jalur informasi intelijen, serta memberikan jaminan perlindungan nyata bagi masyarakat sipil yang bertugas di sektor pelayanan publik, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Dorongan senada disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. Ia meminta aparat segera menangkap pelaku agar proses penegakan hukum berjalan tuntas, sembari menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara TNI dan Polri dalam merespons potensi ancaman keamanan di lapangan. Sementara itu, anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mendesak pemerintah menyusun peta jalan (roadmap) yang terarah untuk menuntaskan masalah KKB di Papua.
Peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Rombongan yang terdiri dari 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya diserang saat menempuh perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengonfirmasi tiga korban tewas berstatus ASN, yaitu WB (24), AR (49) selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, dan AAM (35).
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 menyatakan telah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan setelah meminta keterangan dari saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya guna memburu kelompok bersenjata tersebut.






