Dua siswi yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk memperoleh penanganan lanjutan. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa selain gangguan fisik, kedua siswi tersebut juga mengalami gangguan mental.
Gangguan mental yang dialami kedua korban dipicu oleh perundungan dan komentar negatif di media sosial setelah kasus keracunan tersebut viral dan menyita perhatian publik. Untuk menjaga kondisi psikologis pasien, tim medis telah meminta para siswi mengurangi aktivitas di media sosial selama menjalani masa pemulihan.
Penanganan Khusus dan Pendampingan Tim Dokter
Bobby mengungkapkan bahwa proses rujukan ke Jakarta dilakukan menyusul instruksi langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang meminta agar kedua korban memperoleh penanganan khusus. Seluruh rangkaian penanganan medis terhadap kedua siswi tersebut juga dipantau langsung oleh Wakil Presiden.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kedua siswi yang dirujuk ke Jakarta diketahui bernama Febiona dan Agnesia. Selama menjalani perawatan medis di Jakarta, tim dokter dari Sumatera Utara turut mendampingi keduanya untuk mengawal perkembangan kesehatan mereka.
Berdasarkan laporan medis, Febiona dilaporkan menderita gangguan ingatan serta kejang-kejang. Sementara itu, Agnesia mengalami masalah kesehatan pada bagian ginjal akibat dampak keracunan yang dialaminya.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Keracunan Massal MBG di Karo
Insiden keracunan yang menimpa kedua siswi tersebut merupakan bagian dari peristiwa keracunan massal program MBG di Kabupaten Karo pada 13 Agustus 2026. Pada peristiwa tersebut, tercatat sebanyak 353 pelajar di Kabupaten Karo mengalami gejala keracunan seusai menyantap makanan MBG yang disajikan di sekolah.
Saat ini, perhatian medis terfokus pada pemulihan kondisi Febiona dan Agnesia yang memerlukan penanganan komprehensif di Jakarta, baik untuk menyembuhkan gejala fisik pada organ tubuh mereka maupun mengatasi tekanan mental yang mereka hadapi.






