Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat dengan mengerahkan enam tim tanggap bencana ke tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi jemput bola ini berhasil memulihkan lebih dari 11.000 dokumen administrasi kependudukan (adminduk) milik warga yang rusak atau hilang akibat bencana gempa bumi.
Pelayanan darurat yang berlangsung sejak Senin (24/8) hingga Sabtu (29/8) tersebut menyasar langsung posko-posko pengungsian di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, dan Sikka. Tim menerbitkan kembali berbagai berkas vital, termasuk KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dokumen perpindahan penduduk, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk menyiasati kerusakan infrastruktur komunikasi di lokasi terdampak, Ditjen Dukcapil mengoperasikan perangkat internet satelit Starlink sehingga sinkronisasi sistem dan pencetakan data kependudukan tetap berjalan lancar.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Sebaran Dokumen dan Tantangan di Lapangan
Manggarai Timur mencatatkan jumlah penerbitan dokumen tertinggi dengan total 4.507 berkas yang dipulihkan selama empat hari di lima titik posko. Layanan di wilayah ini didominasi oleh penerbitan 1.481 KK, disusul 981 KTP-el, 561 akta kelahiran, 615 perbaikan biodata penduduk, serta 506 perekaman biometrik KTP-el.
Capaian pemulihan di wilayah lainnya meliputi 2.257 dokumen di Sikka, 1.533 dokumen di Manggarai Barat, 1.451 dokumen di Ende, 758 dokumen di Manggarai, serta 719 dokumen di Nagekeo dan Ngada. Pelayanan di Manggarai Barat tetap diselesaikan optimal meskipun gedung kantor Dukcapil setempat turut mengalami kerusakan fisik akibat gempa.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Operasi kemanusiaan ini diselesaikan di bawah ancaman gempa susulan. Sedikitnya enam kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,8 hingga 5,2 tercatat terjadi pada 24, 25, dan 27 Agustus selama tim berada di lapangan.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa pemulihan dokumen identitas kependudukan menjadi prioritas mendesak pascabencana. KTP-el dan Kartu Keluarga merupakan instrumen dasar yang sangat dibutuhkan warga terdampak untuk memverifikasi data penerima bantuan sosial dan mengakses berbagai layanan darurat pemerintah.






