tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran, China

Retno PurwantoDiterbitkan 27 Agu 2026 - 19.13 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Duri dalam Daging" AS Taklukkan Iran, China
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menekan perekonomian Iran kembali membentur dinding tebal. Peran China sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia sekaligus pembeli utama minyak Teheran menjadi faktor kunci yang menghambat efektivitas sanksi Washington.

Melalui strategi yang dinamai Operasi Ekonomi Outcast, Menteri Keuangan AS Scott Bessent melancarkan ancaman sanksi baru terhadap berbagai negara dan entitas yang masih menjalin kemitraan dagang dengan Iran. Namun, Beijing secara konsisten menolak langkah sepihak tersebut dan menegaskan hak kedaulatannya untuk mempertahankan hubungan perdagangan normal dengan Iran maupun Rusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa perang ekonomi serta strategi tekanan maksimum tidak akan menyelesaikan akar persoalan yang ada.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Jalur Dagang dan Kilang Teapot

Selama bertahun-tahun, transaksi minyak mentah antara China dan Iran bernilai puluhan miliar dolar AS per tahun. Pasokan tersebut diserap melalui infrastruktur dagang yang dirancang untuk meminimalkan ketergantungan pada sistem keuangan Barat.

Jaringan perdagangan ini melibatkan kilang minyak independen skala kecil yang dikenal sebagai teapot refinery, armada kapal tanker khusus, pelabuhan tertentu, serta institusi perbankan lokal yang beroperasi di luar ekosistem dolar AS. Skema ini membuat jalur pasokan energi Teheran tetap mengalir meskipun berada di bawah pengawasan ketat Washington.

Kendati demikian, celah pengawasan tetap menjadi sasaran AS. Scott Bessent mengungkapkan bahwa otoritas Washington telah melayangkan peringatan kepada dua bank asal China terkait keterlibatan mereka dalam transaksi dengan Iran. Max Meizlish dari Foundation for Defense of Democracies mencatat bahwa sejumlah entitas perantara dalam perdagangan ini masih memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan badan usaha milik negara China yang terintegrasi dalam sistem perbankan global berbasis dolar.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Ujian Menjelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Eskalasi tekanan ekonomi ini mencuat tepat sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat pada bulan berikutnya. Situasi tersebut menempatkan relasi bilateral kedua negara dalam posisi yang rentan.

Analis dari Shanghai Institutes for International Studies, Zhao Long, menilai ruang kompromi bagi Beijing untuk menuruti tuntutan Washington atas isu Iran sangatlah sempit. Di sisi lain, peneliti Center for International Security and Strategy di Tsinghua University, Sun Chenghao, memperingatkan bahwa langkah Washington yang melewati batas toleransi Beijing hampir dipastikan memicu tindakan balasan. Skenario tersebut berisiko mengubah agenda pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping dari upaya stabilisasi hubungan menjadi sekadar mitigasi kerusakan diplomatik.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap