tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Ekonomi China Gemetar! Laba Industri Ambruk, Terburuk Tahun Ini

Fitri LimbongDiterbitkan 28 Agu 2026 - 00.15 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonomi China Gemetar! Laba Industri Ambruk, Terburuk Tahun Ini
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pertumbuhan laba industri di China mengalami perlambatan tajam pada Juli setelah hanya berekspansi 11,2% secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut menjadi laju pertumbuhan terlemah sepanjang tahun berjalan, menandai hilangnya tenaga pada sektor manufaktur Negeri Tirai Bambu di tengah pelemahan ekonomi makro.

Data Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan bahwa akumulasi laba industri dari Januari hingga Juli naik 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencerminkan koreksi momentum yang nyata jika dibandingkan dengan capaian semester pertama yang masih mampu mencatatkan kenaikan 18,7%.

Penopang Teknologi dan Tekanan Properti

Kinerja industri China saat ini memperlihatkan kontras yang tajam antarsektor. Di satu sisi, demam kecerdasan buatan (AI) global menjadi penyelamat utama dengan mengerek permintaan terhadap perangkat keras komputasi dan elektronik. Sektor sirkuit terpadu (integrated circuit) mencetak kenaikan laba 18,5% sepanjang Januari鈥揓uli dan menyumbang lebih dari 80% total pertumbuhan laba di industri elektronik. Manufaktur serat optik bahkan mencatat lonjakan laba lebih dari lima kali lipat.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Produsen bahan baku turut mencatatkan lonjakan laba 55,2% hingga akhir Juli. Selain itu, industri pengolahan minyak bumi berhasil kembali membukukan laba berkat gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga produk kimia hilir.

Namun, perolehan positif di sektor teknologi tinggi gagal menutupi keterpurukan industri konvensional. Penurunan investasi pada sektor properti dan infrastruktur terus memukul industri baja serta semen. Dampak lesunya pasar perumahan juga menghantam manufaktur furnitur, yang labanya anjlok hingga 58,2% selama tujuh bulan pertama tahun ini鈥攎emburuk dari penurunan 52,7% pada bulan Juni.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Hambatan Pemulihan Makro

Penurunan laju laba korporasi sejalan dengan indikator ekonomi makro China yang kian melemah. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua melambat ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekspor riil merosot ke level 5,5% pada Juli dari sebelumnya 11,6% pada Juni, sementara inflasi tingkat pabrik melambat ke 3,5%.

Ekonom Julius Baer, Sophie Altermatt, menilai pelemahan struktural masih membayangi prospek pemulihan. Keruntuhan pasar properti, rendahnya tingkat kepercayaan rumah tangga, serta lesunya investasi swasta dinilai menjadi faktor utama yang terus membatasi ruang akselerasi ekonomi China ke depan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Manufaktur

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap