tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Evaluasi Indeks Kepuasan Masyarakat Kementerian PU dan Pengaruhnya Terhadap Iklim Investasi

Andi SompaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Evaluasi Indeks Kepuasan Masyarakat Kementerian PU dan Pengaruhnya Terhadap Iklim Investasi
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kualitas pelayanan publik di bidang infrastruktur memiliki pengaruh langsung terhadap iklim investasi dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Bagi pelaku usaha, kelancaran birokrasi dan transparansi pelayanan menjadi fondasi penting dalam menjalankan operasional bisnis. Salah satu tolok ukur utama yang digunakan untuk menilai performa layanan pemerintah adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pada tahun 2025, Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhasil mencapai angka 89,76. Pencapaian skor ini merepresentasikan kualitas tata kelola administrasi yang secara langsung berdampak pada efisiensi para pemangku kepentingan, termasuk para investor yang bergantung pada sektor infrastruktur.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Pencapaian skor pada tahun 2025 tersebut bukan merupakan hasil instan, melainkan bagian dari tren peningkatan yang konsisten terjadi selama lima tahun terakhir. Berdasarkan data rekam jejak penilaian Kementerian Pekerjaan Umum, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat pada tahun 2021 tercatat berada di angka 78,25. Kinerja pelayanan publik ini kemudian mengalami kenaikan menjadi 83,59 pada tahun 2022. Tren positif tersebut terus berlanjut di mana indeks meningkat menjadi 86,18 pada tahun 2023, dan kemudian mencapai angka 88,22 pada tahun 2024, sebelum akhirnya menyentuh level 89,76 pada tahun 2025. Peningkatan yang terjadi secara bertahap ini memperlihatkan komitmen instansi dalam membenahi sistem pelayanan publik yang mendukung kelancaran aktivitas perekonomian.
Baca Juga

Membeli Wuling Aira EV Edisi Toy Story 5 di GIIAS 2026, Rincian Harga dan Penawaran

Membeli Wuling Aira EV Edisi Toy Story 5 di GIIAS 2026, Rincian Harga dan Penawaran

Proses pengukuran tingkat kepuasan layanan publik ini dilakukan secara terstruktur melalui survei yang diselenggarakan mulai tanggal 15 September hingga 5 Oktober 2025. Untuk memastikan keakuratan data, penentuan jumlah sampel dalam pelaksanaan survei ini menggunakan formula Krejcie dan Morgan. Pengumpulan data di lapangan melibatkan sebanyak 635 responden yang memberikan penilaian langsung atas kinerja layanan. Para responden yang berpartisipasi ini mewakili 50 unit pelaksana teknis (UPT) atau balai yang tersebar di lima unit organisasi utama Kementerian Pekerjaan Umum. Kelima unit organisasi tersebut meliputi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Berdasarkan hasil pemetaan dari survei yang telah dilakukan, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan keberhasilan sekaligus mengidentifikasi beberapa area pelayanan yang masih membutuhkan perbaikan. Staf Ahli Menteri Hubungan Antarlembaga Kementerian PU, Triono, memaparkan bahwa terdapat tiga aspek pelayanan yang berhasil memperoleh penilaian tertinggi dari para responden. Ketiga aspek yang dinilai paling memuaskan tersebut adalah prosedur pelayanan, kompetensi petugas, serta persyaratan pelayanan. Di sisi lain, hasil evaluasi juga mencatat tiga aspek utama yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang. Ketiga aspek yang memerlukan perhatian khusus tersebut mencakup kualitas produk layanan, penyediaan sarana dan prasarana, serta mekanisme penanganan pengaduan masyarakat.

Baca Juga

Proyeksi Kenaikan BI Rate Hingga Akhir 2026 dan Panduan bagi Pelaku Ekonomi Lokal

Proyeksi Kenaikan BI Rate Hingga Akhir 2026 dan Panduan bagi Pelaku Ekonomi Lokal

Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat ini secara langsung dijadikan sebagai bahan evaluasi utama bagi Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sebagai langkah lanjutan dalam menyerap aspirasi secara berkelanjutan, instansi ini juga memanfaatkan Forum Konsultasi Publik (FKP). Forum ini digunakan sebagai wadah dialog interaktif bersama para pemangku kepentingan guna memperoleh masukan langsung atas berbagai layanan yang telah diberikan. Bagi para pelaku ekonomi dan investor, transparansi evaluasi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kepastian regulasi. Adanya upaya perbaikan pada aspek-aspek yang masih kurang, didukung dengan wadah komunikasi seperti Forum Konsultasi Publik, diharapkan dapat semakin memperkuat iklim investasi dan mendukung pertumbuhan bisnis di sektor terkait.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturKementerian PUIndeks Kepuasan MasyarakatPelayanan PublikIklim Investasi

Berita Terbaru Lainnya

Nasabah Bullion Melonjak, Fee-Based Income Bisnis Emas BSI Naik 712 PersenPanduan Memantau Pergerakan IHSG dan Rupiah Saat Suku Bunga The Fed DitahanPanduan Akses Pembiayaan Perumahan Informal dan Strategi KPR BTNMembeli Wuling Aira EV Edisi Toy Story 5 di GIIAS 2026, Rincian Harga dan PenawaranProyeksi Kenaikan BI Rate Hingga Akhir 2026 dan Panduan bagi Pelaku Ekonomi LokalProgram Benih Unggul Gratis Kementerian Pertanian untuk 870 Ribu Hektare Lahan Perkebunan NasionalOptimalisasi Pendapatan Asli Daerah Jayawijaya Melalui Sektor Pajak dan Media VideotronMensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Prabowo di Awal Agustus

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Panduan Akses Pembiayaan Perumahan Informal dan Strategi KPR BTN

Digital Economy

Panduan Akses Pembiayaan Perumahan Informal dan Strategi KPR BTN

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap