Penyempurnaan fasilitas di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Jakarta dipastikan terus berjalan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar yang telah berlangsung. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa penataan dan perbaikan fasilitas pendukung dilakukan seiring berjalannya proses pendidikan. Pembangunan kawasan pendidikan ini dilaksanakan dengan mengoptimalkan ketersediaan ruang yang ada di tengah keterbatasan lahan perkotaan, sehingga seluruh kebutuhan sistem pendidikan berbasis asrama dapat diakomodasi dan terpenuhi dengan baik.
Keberadaan SRT 4 Jakarta merupakan perwujudan dari gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan sedini mungkin melalui jalur pendidikan. Kompleks sekolah berasrama ini dibangun di atas lahan seluas 40.320 meter persegi di kawasan perkotaan yang memiliki ketersediaan lahan terbatas. Melalui pengoptimalan ruang, fasilitas terintegrasi yang lengkap dapat dihadirkan untuk menunjang aktivitas para siswa dan tenaga pendidik selama menjalani proses pembelajaran sehari-hari.
Gedung sekolah utama di dalam kompleks SRT 4 Jakarta ini berdiri dengan luas bangunan sekitar 9.721,95 meter persegi. Setiap ruang kelas di dalam gedung tersebut dirancang secara efisien dengan kapasitas 25 siswa per kelas. Untuk memberikan kelengkapan fasilitas penunjang pendidikan, sekolah ini menyediakan sarana perpustakaan serta laboratorium komputer dan laboratorium bahasa. Selain itu, tersedia pula fasilitas laboratorium sains yang mencakup laboratorium kimia, laboratorium fisika, serta laboratorium biologi demi mendukung pembelajaran praktek dan eksplorasi akademik peserta didik.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Sebagai penopang utama konsep pendidikan berasrama, SRT 4 Jakarta melengkapi kawasannya dengan fasilitas tempat tinggal bagi siswa dan pendidik. Untuk jenjang sekolah dasar, tersedia asrama SD putra dan putri yang masing-masing dilengkapi dengan kamar tidur, ruang pengasuh, area komunal, area cuci dan jemur, serta fasilitas toilet. Sementara itu, untuk peserta didik jenjang lanjutan, terdapat asrama SMP/SMA putri dengan kapasitas hingga 216 orang dan asrama SMP/SMA putra yang juga berkapasitas 216 orang. Kompleks ini turut menyediakan hunian khusus bagi guru yang bertugas di sekolah tersebut.
Selain sarana akademis dan asrama, area SRT 4 Jakarta dibangun dengan melengkapi berbagai fasilitas umum dan penunjang kegiatan lain. Di dalam kawasan sekolah berdiri sebuah masjid seluas sekitar 1.530 meter persegi yang dapat digunakan untuk kegiatan ibadah. Untuk menunjang kesehatan dan kebugaran, sekolah ini menyediakan fasilitas olahraga berupa lapangan basket dan lapangan futsal. Kompleks ini juga dilengkapi dengan sarana pendukung lain seperti kantin serta ruang serbaguna untuk berbagai agenda kegiatan seluruh warga sekolah.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat Jakarta sendiri telah resmi dimulai sejak 14 Juni 2026. Pada awal pelaksanaan pendidikan tersebut, sekolah ini menampung total 404 siswa yang terdiri atas 29 siswa jenjang SD, 153 siswa jenjang SMP, dan 222 siswa jenjang SMA. Secara umum, seluruh fasilitas yang ada di SRT 4 Jakarta sudah siap dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, meskipun masih memerlukan beberapa penyempurnaan minor. Penyempurnaan fasilitas ini akan terus disesuaikan secara bertahap, mengingat adanya rencana penambahan siswa yang dijadwalkan mulai masuk ke SRT 4 Jakarta dalam beberapa bulan ke depan.






