Pemerintah Kabupaten Jember meresmikan dua jembatan gantung penghubung antarwilayah pada Jumat (28/8). Fasilitas infrastruktur baru ini berlokasi di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, serta Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti.
Peresmian infrastruktur penyeberangan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. Pembangunan sarana fisik di kedua desa ini terwujud lewat kemitraan lintas sektor antara Pemkab Jember, Perhimpunan Sosial Keturunan Tionghoa Indonesia (PSMTI), serta Komisaris Utama PT Pegadaian, Letnan Jenderal TNI (Purn) AM Putranto.
Mengatasi Keterbatasan Anggaran Daerah
Dalam keterangannya, Fawait menegaskan bahwa percepatan penyediaan infrastruktur daerah menemui kendala jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keterbatasan ruang fiskal menuntut pemerintah daerah membangun jejaring sinergi yang lebih luas.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

"Kita harus berkolaborasi dengan seluruh pihak. Mulai pemerintah pusat melalui APBN hingga sektor swasta dan komunitas," ujar Fawait.
Keterlibatan aktif elemen non-pemerintah seperti PSMTI dan PT Pegadaian dinilai menjadi solusi alternatif pembiayaan dalam merealisasikan konektivitas fisik. Fawait menilai model gotong royong ini efektif dalam menjembatani kebutuhan mendesak masyarakat di tingkat tapak yang belum sepenuhnya terjangkau alokasi anggaran rutin daerah.
Mobilitas Ekonomi Wilayah Pinggiran
Keberadaan dua jembatan gantung tersebut difungsikan untuk membuka akses vital warga desa sekaligus mempermudah mobilitas kegiatan ekonomi di area pinggiran. Infrastruktur ini memangkas hambatan geografis yang selama ini membatasi lalu lintas barang maupun warga antarwilayah.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Fawait menyebut langkah kerja sama ini sebagai bagian nyata dalam mendorong visi 'Jember Baru' dan 'Jember Maju'. Orientasi pembangunan diarahkan agar tidak hanya berpusat pada kawasan perkotaan, melainkan merata hingga pelosok perdesaan.
Ke depan, Pemkab Jember menyatakan tetap membuka ruang kerja sama serupa dengan berbagai pihak guna mempercepat perbaikan fasilitas publik di wilayah-wilayah perdesaan lainnya.






