Jumlah warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur melonjak tajam hingga menyentuh angka 30.098 pengungsi per Jumat (3/9) pukul 12.00 WITA. Berdasarkan pembaruan data penanganan bencana daerah, total korban tercatat mencapai 683 orang, yang meliputi 40 korban jiwa, 239 korban luka berat, serta 404 korban luka ringan.
Kecamatan Sambi Rampas dan Lamba Leda Utara menjadi dua titik pengungsian terbesar yang menampung lebih dari 80 persen dari total pengungsi, masing-masing sebanyak 12.635 orang dan 11.582 orang. Sebaran warga mengungsi lainnya berada di Borong (1.743), Lamba Leda (1.215), Lamba Leda Selatan (1.080), Elar (685), Lamba Leda Timur (414), Congkar (317), Kota Komba Utara (207), Rana Mese (140), Kota Komba (55), dan Elar Selatan (25). Di antara ribuan pengungsi tersebut, posko mendata 459 ibu hamil, dengan konsentrasi tertinggi di Sambi Rampas sebanyak 124 orang dan Borong sebanyak 51 orang.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kerusakan fisik akibat gempa mencakup 31.933 unit bangunan dan sarana publik, yang meliputi rumah warga, sekolah, puskesmas, jembatan, jaringan irigasi, serta infrastruktur air bersih dan sanitasi. Kerusakan terparah dilaporkan terkonsentrasi di wilayah Lamba Leda Utara dan Lamba Leda Selatan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Upaya percepatan penyaluran logistik kini berpacu dengan kendala akses infrastruktur. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopim) Kabupaten Manggarai Timur, Jeany Wajong, mengonfirmasi bahwa puluhan ruas jalan penghubung antarkecamatan dan jembatan mengalami putus akses, sehingga mempersulit pergerakan armada distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terdampak.






