Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh rangkaian forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut telah rampung diselenggarakan dengan tertib dan lancar. Gus Ipul memastikan tidak ada celah bagi peserta ilegal maupun susupan selama agenda berlangsung.
Dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026), Gus Ipul menjelaskan bahwa kepesertaan muktamirin diproses melalui tahapan verifikasi yang ketat dan sistematis. Alur pendaftaran diawali dari penerbitan surat keputusan (SK), penyusunan daftar peserta sementara, hingga penetapan daftar peserta tetap.
Untuk mendukung transparansi dan ketertiban tersebut, panitia menerapkan tata kelola berbasis teknologi modern. Pengelolaan administrasi dan akses kepesertaan pada Muktamar ke-35 mengintegrasikan penggunaan chip serta sistem kecerdasan buatan guna memastikan setiap peserta yang hadir terverifikasi secara resmi sesuai basis data organisasi.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Perhelatan akbar Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Forum tersebut menghasilkan keputusan penting terkait pucuk kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk masa khidmah 2026–2031.
Melalui sidang permusyawaratan, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026–2031, mendampingi KH Miftahul Achyar yang kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU pada periode yang sama.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Penetapan Gus Kikin berlangsung melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sebelum proses musyawarah majelis AHWA, Gus Kikin telah mengantongi restu tertulis dari Rais Aam terpilih serta meraih dukungan suara tertinggi sebanyak 472 suara dari muktamirin dalam Sidang Pleno V, mengungguli empat kandidat lainnya. Keputusan tersebut diumumkan secara langsung oleh anggota AHWA KH Anwar Iskandar bersama jajaran kiai sepuh majelis AHWA.
Gus Kikin saat ini merupakan Pengasuh Pesantren Tebuireng. Beliau memimpin pesantren tersebut untuk melanjutkan perjuangan almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) yang wafat pada tahun 2020 lalu.






