Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah. Langkah penanggulangan ini mengombinasikan pemanfaatan teknologi deteksi dini, armada operasional khusus, kesiapan peralatan pemadaman, hingga rekayasa tata air di kawasan gambut.
Kesiapan sarana dan personel ditinjau langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di posko penanganan karhutla Kalimantan Tengah. Langkah peninjauan difokuskan untuk memastikan kecepatan tim dalam menjangkau dan memadamkan titik api di medan yang sulit.
Deteksi Termal dan Mobilisasi Armada Khusus
Untuk mengatasi kendala jarak pandang akibat pekatnya kabut asap dan medan berat, Polri mengerahkan drone thermal. Perangkat ini digunakan untuk mendeteksi sumber panas tersembunyi yang tidak terlihat langsung oleh mata dari permukaan tanah.
Pergerakan personel di lapangan didukung berbagai jenis kendaraan operasional. Armada yang diterjunkan meliputi kendaraan double cabin, Armoured Water Cannon (AWC), unit pemadam kebakaran (Damkar), kendaraan taktis karhutla, kendaraan Komodo, sepeda motor modifikasi untuk jalur sempit, hingga all-terrain vehicle (ATV).
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kelancaran proses pemadaman langsung juga ditunjang penyediaan puluhan unit pompa air, ratusan perlengkapan selang beserta konektor, alat pemukul api (fire beater), serta tangki air lipat (folding water tank) di titik-titik siaga.
Rekayasa Tata Air Gambut
Selain pemadaman di permukaan, Polri mendorong intervensi struktural guna menjaga kelembapan tanah gambut agar tidak mudah terbakar. Rekayasa tata air dilakukan melalui penyekatan kanal (canal blocking), pengisian kembali cadangan air, serta pembangunan sumur bor dan embung.
Berdasarkan keterangan resmi Polri pada Jumat (11/9), tercatat sebanyak 220 sumur bor dan 104 embung telah dibangun sebagai infrastruktur mitigasi karhutla di Kalimantan Tengah untuk menjaga stabilitas tinggi muka air gambut.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Situasi Karhutla di Kalimantan Tengah
Penguatan armada dan teknologi ini dilakukan menyusul eskalasi kebakaran di wilayah setempat. Data pemantauan terbaru mencatat sebaran 107.309 titik panas (hotspot), 2.819 titik api (firespot), serta total luas lahan terbakar yang mencapai 9.228,04 hektare.
Konsentrasi kebakaran tertinggi berada di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dampak asap karhutla juga memicu penurunan kualitas udara yang ekstrem, di mana indeks standar kualitas udara (AQI) di Kota Palangka Raya sempat menyentuh angka 3.242, masuk dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.






