Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah kawasan di pulau Sumatra dan Kalimantan pada periode rawan Agustus hingga Oktober. Luas lahan yang hangus terbakar memicu eskalasi kabut asap lintas batas hingga berdampak ke negara tetangga.
Berikut rangkuman informasi dan tanya jawab seputar desakan penindakan karhutla dan data terkini sebarannya.
Apa desakan DPP Partai Hanura kepada pemerintah terkait karhutla?
DPP Partai Hanura secara resmi mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada para pelaku karhutla yang menyebabkan kebakaran meluas di wilayah Kalimantan dan Sumatra.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyoroti bahwa kebakaran lahan telah menjadi masalah tahunan yang terus berulang pada rentang Agustus hingga Oktober. Menurutnya, penegakan hukum yang konkret diperlukan agar ada efek jera bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran lahan.
Bagaimana dampak sebaran asap karhutla hingga ke Malaysia?
Sebaran kabut asap karhutla dari Indonesia dilaporkan telah mencapai wilayah Malaysia. Akibat pekatnya asap, sebanyak 15 sekolah di Malaysia terpaksa diliburkan sementara waktu.
Hanura menilai kondisi ini tidak hanya merugikan aktivitas masyarakat setempat, tetapi juga mencoreng citra dan representasi Indonesia di mata internasional akibat masalah pencemaran udara lintas batas yang kembali terulang.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Berapa total luas kebakaran hutan dan lahan yang tercatat?
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (22/8), total area kebakaran hutan dan lahan secara nasional telah mencapai 72.798 hektare.
Wilayah mana saja yang mengalami karhutla terluas?
Kalimantan Barat tercatat sebagai provinsi dengan area karhutla paling luas di Indonesia. Sebaran luasan karhutla di berbagai provinsi berdasarkan catatan BNPB meliputi:
- Kalimantan Barat: 38.310 hektare
- Riau: 16.249,24 hektare
- Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
- Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
- Sumatera Selatan: 1.926,23 hektare
- Jambi: sekitar 658,29 hektare






