Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk mewaspadai kenaikan harga komoditas pangan pokok, khususnya daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. Lonjakan harga pada ketiga komoditas tersebut dinilai berpotensi memberi tekanan tambahan terhadap laju inflasi nasional.
Tingkat inflasi nasional tercatat berada di level 3,19 persen, naik dari posisi sebelumnya sebesar 2,88 persen. Secara bulanan, laju inflasi dari Juli ke Agustus 2026 juga mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen. Kenaikan tersebut utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta ditopang oleh pengeluaran di bidang pendidikan dan perawatan pribadi.
Disparitas Harga Pangan di Sejumlah Daerah
Meski rerata harga nasional beberapa komoditas sempat melandai, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan tekanan harga masih terjadi di berbagai provinsi.
Harga daging ayam segar secara nasional tercatat turun ke level Rp 41.650 dari Rp 42.600 per ekor. Namun, lonjakan justru tercatat di Aceh hingga menembus Rp 47.000 dari sebelumnya Rp 43.200 per ekor, serta DKI Jakarta yang merangkak naik menjadi Rp 43.050 dari Rp 42.900 per ekor.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Kondisi serupa terjadi pada telur ayam. Walau rata-rata nasional turun tipis ke Rp 29.950 dari Rp 30.000, kenaikan harga terpantau di DI Yogyakarta menjadi Rp 26.000 dari Rp 25.650 dan di Kalimantan Timur yang mencapai Rp 31.700 dari posisi kemarin Rp 30.200.
Untuk komoditas beras kualitas medium I, harga nasional tercatat berada di posisi Rp 16.550 per kg dari sebelumnya Rp 16.600 per kg. Di tingkat daerah, kenaikan harga beras terjadi di Kalimantan Selatan hingga mencapai Rp 21.350 dari Rp 19.900 per kg, serta di Kalimantan Tengah yang naik menjadi Rp 20.000 dari Rp 19.900 per kg.
Langkah Pengendalian dan Pemantauan Pasokan
Menyikapi fluktuasi tersebut, Mendagri menyarankan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional segera menggelar operasi pasar terarah. Koordinasi bersama distributor dan produsen pangan juga diminta diperkuat guna mencari akar penyebab kenaikan harga di daerah terdampak.
MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh di sepanjang rantai pasok daging ayam, mulai dari peternak, distributor, hingga pedagang eceran agar intervensi stabilisasi dapat dilakukan tepat sasaran sebelum melampaui batas toleransi.
Selain sektor pangan, Tito turut mengingatkan Kementerian Perhubungan agar mengantisipasi dampak dinamika harga minyak dunia dan kenaikan avtur terhadap tarif angkutan udara yang berada di bawah regulasi pemerintah.






