Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang berupa pelampung keselamatan (life jacket), terpal, hingga galon air di perairan Selat Sunda pada Minggu (13/9). Temuan ini diperoleh pada hari keenam operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis dan tiga awak kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Penemuan barang-barang tersebut tersebar di beberapa titik perairan selama operasi penyisiran berlangsung sejak pagi hari. KRI Gilimanuk mencatat temuan awal pada pukul 08.50 WIB berupa life jacket dan terpal di perairan selatan Pulau Sangiang setelah melakukan pencarian selama sembilan jam.
Sekitar pukul 09.45 WIB, KAL Anyer menemukan satu buah life jacket di wilayah Teluk Belimbing, Lampung. Tidak berselang lama, tepatnya pukul 09.58 WIB, KN Bima mendapati satu life jacket berwarna oranye di sekitar Pulau Rakata. Penyisiran dilanjutkan oleh armada RIB 02 Lampung yang berpatroli di perairan antara Pulau Sebesi dan Pulau Sangiang, hingga menemukan terpal dan galon sekitar pukul 10.15 WIB.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi seluruh barang temuan dari berbagai titik tersebut telah diamankan oleh tim di lapangan. Seluruh objek temuan rencananya diserahkan kepada pihak kepolisian guna keperluan tindak lanjut dan pemeriksaan identifikasi.
Dalam operasi hari keenam ini, kondisi cuaca di Selat Sunda dilaporkan cerah berawan hingga berkabut dengan jarak pandang berkisar antara 1 sampai 1,5 mil laut. Ketinggian gelombang laut berada di rata-rata 0 hingga 1,5 meter, sementara aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tercatat berada pada status Level III tanpa adanya erupsi.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pencarian gabungan ini mengerahkan armada laut yang terdiri atas 3 unit KRI, 1 unit KAL, 1 unit kapal patroli (KP) Polair, 3 unit kapal Basarnas dari wilayah Banten, Jakarta, dan Lampung, serta 2 unit perahu cepat (speed boat) milik warga setempat.






