Tim SAR gabungan mengerahkan satu unit Helikopter Dauphin AS 365 N3+ bernomor registrasi HR-3604 guna memperkuat operasi pencarian rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Armada udara tersebut diterbangkan dari ATS pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita pada pukul 09.05 WIB melalui rute ATS-SAS Pantai Carita-ATS. Pengerahan helikopter ini ditujukan untuk membuka akses pemantauan visual yang lebih luas dari udara, khususnya di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa kehadiran armada udara menjadi instrumen penting guna memaksimalkan efektivitas pencarian di area perairan terbuka yang luas.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Penerbangan helikopter HR-3604 diawaki oleh enam personel kru tanpa membawa penumpang. Jajaran kru yang bertugas meliputi Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Saat helikopter tiba di kawasan Pantai Carita, kondisi cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 2 knot yang bergerak dari arah timur ke barat, disertai jarak pandang di bawah 8 kilometer.
Kronologi dan Identitas Korban Hilang
Insiden hilang kontak bermula saat rombongan pewarta berangkat menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan laut tersebut dilakukan dalam rangka peliputan perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan Gunung Anak Krakatau.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Total terdapat delapan orang yang berada di dalam kapal cepat tersebut dan hingga kini masih dalam proses pencarian intensif. Rombongan terdiri dari lima pewarta foto serta tiga orang awak kapal.
Lima jurnalis foto yang berada di kapal tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni selaku fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu. Tiga individu lainnya yang ikut berada di atas kapal meliputi nakhoda, seorang Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu lokal.






