Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) untuk Indonesia. Program energi terbarukan berskala masif ini mencatatkan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa eksekusi program PLTS 100 GW ini bergulir cepat, tepatnya hanya 11 hari setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato pengantar RAPBN 2027. Dalam pidato tersebut, Presiden menginstruksikan percepatan implementasi PLTS secara nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan proyek strategis ini rampung dalam kurun waktu tiga tahun, bahkan membuka opsi percepatan hingga dua tahun.
Tahap Awal dan Pengurangan Beban Fosil
Sebagai fase pembuka, program ini diawali dengan pembangunan 14 unit PLTS yang tersebar di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Total kapasitas pembangkit pada fase awal tersebut mencapai 5,3 GWp.
Pujian Prabowo ke Pramono Meski Tak Separtai Mengemuka di Peresmian LRT

Peralihan menuju energi surya ini menjadi langkah penting dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil domestik. Saat ini, masih terdapat sekitar 12,6 GW pembangkit listrik di Indonesia yang mengonsumsi solar. Tingkat konsumsi pembangkit diesel tersebut diperkirakan setara dengan kebutuhan minyak sekitar 230 ribu hingga 250 ribu barel per hari. Melalui percepatan pembangunan PLTS, pemerintah menargetkan Indonesia dapat menghentikan impor minyak dan LPG dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Dampak Ekonomi dan Integrasi Pasokan Listrik
Selain ditujukan untuk menekan impor energi, proyek PLTS 100 GW diproyeksikan memberikan stimulus ekonomi yang luas. Program ini diperhitungkan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja baru serta menghemat pengeluaran subsidi energi hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Guna menjamin ketahanan dan keandalan sistem pasokan listrik nasional, pemanfaatan tenaga surya ini akan diperkuat melalui integrasi dengan sumber daya energi lain. Pemerintah akan mengombinasikan energi surya bersama potensi panas bumi, pemanfaatan gas, serta upaya peningkatan produksi minyak bumi nasional.






