tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Iran Terjepit, Nilai Strategis Selat Hormuz Mulai Tergerus

Sri NugrohoDiterbitkan 27 Agu 2026 - 01.24 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Iran Terjepit, Nilai Strategis Selat Hormuz Mulai Tergerus
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Selat Hormuz yang selama ini menjadi kartu truf geopolitik Teheran kini terancam kehilangan nilai strategisnya. Langkah agresif negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang membangun jaringan pipa serta rute ekspor energi alternatif mulai mengikis ketergantungan regional terhadap jalur pelayaran sempit tersebut, di saat perekonomian internal Iran kian terhimpit.

Pendiri Forum Aktivis Ekonomi Hamid Paktinat memperkirakan pembangunan infrastruktur energi alternatif oleh negara-negara Teluk berpotensi memangkas nilai strategis Selat Hormuz hingga separuhnya dalam tiga tahun ke depan. Ketergantungan Arab Saudi terhadap selat tersebut diproyeksikan merosot dari 70 persen menjadi hanya 15 persen. Penurunan serupa diperkirakan terjadi pada Uni Emirat Arab dari 50 persen ke 15 persen, serta Irak dari 100 persen menjadi 30 persen. Dalam kurun enam tahun, jalur ini dinilai berisiko hampir kehilangan arti pentingnya sama sekali.

Tanda-tanda pergeseran lalu lintas energi maritim tersebut juga tecermin dari data pelacakan kapal Kpler. Pada periode 1 hingga 19 Agustus, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tercatat merosot tajam dengan hanya 112 kapal tanker minyak dan gas yang melintas, sementara mayoritas armada lainnya mulai memanfaatkan rute yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Tekanan Ekonomi Domestik dan Sikap Pejabat Teheran

Kondisi eksternal tersebut memperberat situasi di dalam negeri Iran. Sejumlah elite pengambil kebijakan di Teheran mulai menyuarakan kekhawatiran terkait daya tahan nasional jika krisis ekonomi dibiarkan berlarut-larut. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf secara terbuka menegaskan bahwa keunggulan militer semata tidak akan memadai untuk menjaga keutuhan negara apabila sektor perekonomian terus memburuk.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut mendorong agar Teheran segera menyudahi eskalasi konflik selagi masih memiliki posisi tawar yang kokoh, ketimbang menunggu sampai kekuatan negosiasi dan stabilitas finansial negara semakin lumpuh. Tekanan tersebut kian nyata mengingat Iran saat ini menghadapi krisis berlapis.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati memaparkan bahwa negaranya tengah berhadapan dengan empat hingga lima tantangan ekonomi besar secara serentak. Beban tersebut mencakup pengetatan sanksi maksimum, blokade perdagangan, penghentian ekspor minyak, hingga ketimpangan anggaran belanja negara yang parah.

Di sisi lain, efektivitas Selat Hormuz sebagai instrumen gertakan geopolitik dinilai makin tumpul. Pakar geo-ekonomi Iran Hamid Asefi menyoroti bahwa ketergantungan Teheran yang terlalu sering memanfaatkan ancaman penutupan selat sebagai alat penekan justru membuat daya tawar tersebut memudar di mata komunitas internasional.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Timur TengahSelat HormuzMinyak dan Gas

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap