Keluarga korban rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda mendesak tim penyelamat untuk memperluas penyisiran hingga ke Pulau Sertung. Permintaan tersebut diajukan langsung oleh Desi, istri dari pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, saat bertemu dengan otoritas terkait di Pandeglang, Banten, pada Rabu malam.
Desi menyampaikan bahwa sebelum komunikasi terputus, ia sempat memperoleh kabar mengenai rencana rombongan suaminya yang hendak merapat ke Pulau Sertung. Pulau yang berada di sebelah barat Pulau Anak Krakatau tersebut dinilai menjadi salah satu lokasi potensial keberadaan kapal motor cepat (speedboat) yang membawa rombongan peliput.
Permohonan tersebut disampaikan secara langsung di hadapan Gubernur Banten Andra Soni serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, bersama jajaran petugas dan awak media yang bertugas di lokasi koordinasi Pandeglang.
Pertimbangan Keselamatan dan Titik Erupsi
Merespons permintaan pihak keluarga, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad selaku SAR Mission Coordinator menyatakan bahwa pihaknya menampung dan mempertimbangkan informasi tersebut ke dalam rencana operasi. Kendati demikian, tim SAR harus memperhitungkan faktor risiko keselamatan regu penolong di lapangan.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Al Amrad menjelaskan bahwa posisi Pulau Sertung berada sangat dekat dengan pusat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Oleh karena itu, pergerakan armada pencarian di area tersebut perlu disesuaikan dengan peringatan erupsi aktif dan kondisi keamanan maritim setempat.
Kronologi dan Data Korban Hilang Kontak
Peristiwa hilangnya kontak bermula saat kapal cepat yang mengangkut lima jurnalis dan tiga awak berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis di atas kapal sempat mengirimkan titik koordinat lokasi terakhir. Namun, sambungan komunikasi sepenuhnya terputus pada pukul 15.04 WIB di tengah perairan Selat Sunda.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Berdasarkan data Kantor SAR Banten, total terdapat delapan orang di dalam kapal tersebut:
- Awak dan Pemandu: Kapten kapal Warta (55), anak buah kapal Surakman (60), serta pemandu wisata Heriyanto (49).
- Jurnalis: M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas/freelance).
Operasi pencarian di perairan Selat Sunda terus diupayakan dengan memadukan koordinasi data navigasi terakhir serta masukan rute perjalanan dari pihak keluarga.






