Petugas keamanan pangan di India membongkar praktik pemalsuan label kedaluwarsa dan informasi nutrisi berskala besar yang menyasar berbagai produk makanan dari jenama global ternama. Dalam penggerebekan di kawasan industri Navi Mumbai, otoritas setempat menyita ribuan karton produk asli buatan PepsiCo, Nestle, Coca-Cola, hingga Unilever yang tanggal kedaluwarsanya telah dimanipulasi untuk tujuan ekspor.
Operasi penindakan yang berlangsung selama enam hari tersebut mengamankan barang bukti dengan taksiran nilai mencapai hampir US$ 80.000 atau sekitar Rp 1,41 miliar. Kampanye pengawasan keamanan pangan di Negara Bagian Maharashtra ini diperketat di bawah kepemimpinan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) setempat, Tukaram Mundhe.
Modus Hapus Tanggal Pabrik dan Cetak Label Fiktif
Penyelidikan di fasilitas pergudangan milik perusahaan swasta Sadhana Enterprises mengungkap cara kerja sindikat dalam mengubah identitas kemasan. Petugas mendapati penggunaan cairan kimia pelarut khusus untuk melunturkan tanggal kedaluwarsa asli serta rincian komposisi yang tertera dari pabrik pembuat.
Ortu Ungkap ABG di Jakbar Berkali-kali Dicabuli Kenalan di Medsos

Setelah informasi asli terhapus, operator memasukkan data baru secara digital menggunakan stilus pada komputer. Mesin pencetak pengganti yang diletakkan di atas meja logam berstiker "I love my India" kemudian mencetak label anyar langsung ke kemasan. Bahkan, tim investigasi menemukan sejumlah kemasan yang sudah dicap dengan tanggal produksi masa depan fiktif, yaitu 2 Oktober 2026.
Barang bukti yang disita mencakup hampir 5.000 karton produk konsumsi populer. Di antaranya keripik Lay's dan Kurkure keluaran PepsiCo, mi instan Maggi Masala produksi Nestle, sup jamur Knorr dan mayones Hellmann's dari Unilever, hingga minuman kaleng Thums Up dan Limca milik Coca-Cola.
Manipulasi Komposisi untuk Pasar Ekspor
Selain memundurkan masa kedaluwarsa, pelaku memodifikasi rincian nutrisi agar lolos uji edar di negara tujuan. Sindikat ini menempelkan label dwibahasa Inggris dan Prancis pada produk camilan Kurkure, memotong klaim kuantitas sereal hingga 10 persen, merekayasa angka kalori, serta membubuhkan teks "Product of India" pada kardus Maggi.
Komisi III Minta Kasus Peredaran Dolar Singapura Palsu Diusut Tuntas

Gudang yang berjarak sekitar 25 kilometer dari bandara internasional tersebut dijalankan secara mandiri oleh Jayprakash Sanchatiram Singh dan Jaya Navrang Bahadur Singh. Berdasarkan keterangan pemilik gudang kepada penyelidik, aktivitas pelabelan ulang itu dijalankan atas permintaan 19 perusahaan eksportir yang kurang dikenal.
Hingga laporan investigasi ini dirilis oleh pihak berwenang, korporasi pemilik merek鈥擯epsiCo, Nestle, Unilever, maupun Coca-Cola鈥攂elum menyampaikan pernyataan atau tanggapan resmi mengenai temuan tersebut.






