Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penyaluran program bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Salah satu langkah yang diambil adalah menerapkan kebijakan penggunaan satu data yang bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini menegaskan pentingnya integrasi data dalam pelaksanaan program-program bantuan sosial dari pemerintah. Sebagai basis data resmi pemerintah, DTSEN memuat informasi penting mengenai kondisi sosial, kondisi ekonomi, serta peringkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan adanya satu sumber data yang terintegrasi ini, proses penentuan penerima bantuan sosial diharapkan dapat berjalan dengan lebih terstruktur dan akurat.
Proses pembentukan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ini dilakukan melalui metode yang sistematis. Pemerintah menggabungkan beberapa basis data pemerintah yang sudah ada sebelumnya, kemudian memadankannya dengan data kependudukan. Langkah penggabungan dan pemadanan data ini bertujuan untuk menyinkronkan informasi mengenai kondisi masyarakat di lapangan. Melalui integrasi berbagai basis data tersebut, pemerintah dapat memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Kebijakan mengenai penggunaan satu data dari DTSEN untuk program bantuan sosial ini juga ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam penjelasannya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI yang berlokasi di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2026, ia memaparkan mengenai peran indikator desil ekonomi. Menurut penjelasan tersebut, penentuan indikator kategori desil ekonomi dilakukan dengan berbasis pada hasil survei ekonomi serta data yang tercatat di dalam DTSEN. Penggunaan indikator desil ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memastikan bahwa program perlindungan sosial dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan secara tepat.
Data desil ekonomi itu sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem DTSEN. Pemerintah memanfaatkan data desil ini sebagai salah satu basis utama dalam menentukan sasaran penerima program perlindungan sosial. Melalui pengelompokan desil, tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dipetakan secara lebih terperinci. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil ekonomi seseorang di dalam basis data pemerintah tidak bersifat permanen atau statis. Posisi desil ini dapat mengalami perubahan seiring dengan dinamika kehidupan ekonomi masing-masing individu atau keluarga.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Ada berbagai faktor sosial ekonomi yang dapat memengaruhi perubahan posisi desil dalam data DTSEN. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah perubahan dalam status pekerjaan, kondisi tempat tinggal atau rumah, kepemilikan aset, serta faktor sosial ekonomi lainnya yang dialami oleh masyarakat. Oleh karena itu, data di dalam DTSEN dapat diperbarui secara berkala oleh pemerintah. Proses pembaruan berkala ini sangat krusial agar kondisi masyarakat yang tercatat di dalam sistem selalu sesuai dengan keadaan terbaru dan riil di lapangan, sehingga efektivitas program bantuan sosial tetap terjaga.






