Kebakaran melanda pemukiman warga di kompleks asrama TNI Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 13.40 WITA. Kobaran api yang membakar area di sekitar Jalan Kakatua dan Jalan Cendrawasih tersebut memicu pengerahan armada pemadam berskala besar, termasuk bantuan kendaraan taktis water cannon milik kepolisian.
Sebanyak 25 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar berkekuatan 79 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman turut diperkuat oleh 30 personel Satuan Brimob Polda Sulsel yang membawa satu unit water cannon, serta tambahan satu unit armada milik TNI. Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muh Ridwan mengonfirmasi keterlibatan armada water cannon tersebut guna membantu mempercepat pemadaman api di kawasan padat tersebut.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kondisi cuaca di lokasi sempat mempersulit kerja petugas di lapangan. Kepala Dinas Damkar Makassar Fadli Wellang menyatakan tiupan angin kencang mempercepat perambatan api ke bangunan di sekitarnya. Kendati demikian, kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan total dalam waktu sekitar satu jam setelah penanganan intensif dari tim gabungan TNI, Polri, dan Damkar.
Insiden ini menghanguskan sekitar 23 petak rumah warga. Dugaan awal penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan, di mana sempat terjadi pemadaman listrik sebelum api tiba-tiba menyala dan membesar.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Perwakilan Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Andi Akbar menyampaikan bahwa pendataan sementara mencatat sekitar 20 kepala keluarga (KK) terdampak oleh kebakaran tersebut. Saat ini pihak berwenang masih fokus melakukan verifikasi data warga terdampak sekaligus melanjutkan penyelidikan guna memastikan sumber pasti pemicu kebakaran.






