tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Berita Daerah

Kebakaran Lahan Melanda Gunung Anjing dan Lagadar, Kasus di Kabupaten Bandung Melonjak

Wahyu SuryaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 02.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Lahan Melanda Gunung Anjing dan Lagadar, Kasus di Kabupaten Bandung Melonjak
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kabupaten Bandung kembali menghadapi tantangan serius terkait kebakaran darat dan lahan yang membutuhkan perhatian penuh dari otoritas setempat seiring dengan berlangsungnya musim kemarau. Laporan terbaru dari wilayah tersebut mengonfirmasi adanya peristiwa kebakaran yang melanda kawasan Gunung Anjing. Lokasi kejadian ini secara administratif berada di wilayah Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa di area pegunungan ini menghadirkan kesulitan operasional yang signifikan bagi para petugas pemadam di lapangan. Titik api teridentifikasi berada tepat di area puncak gunung yang sangat terjal. Kondisi medan yang ekstrem tersebut membuat lokasi kebakaran sama sekali tidak dapat diakses, baik menggunakan kendaraan taktis pemadam maupun dengan berjalan kaki.

Menghadapi kendala geografis yang berat serta mempertimbangkan posisi titik api yang berada sangat jauh dari area permukiman penduduk, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung mengambil langkah taktis khusus. Kewenangan penanganan langsung secara fisik di Gunung Anjing tersebut dilimpahkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Keputusan ini diambil mengingat lokasi yang terlampau jauh dari jangkauan infrastruktur penanggulangan kebakaran konvensional. Saat ini, pihak Disdamkar memfokuskan tindakan mereka pada pemantauan visual atau monitoring secara berkala untuk memastikan kobaran api tidak bergerak ke arah rumah warga.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Selain insiden di kawasan Pameungpeuk, ancaman kebakaran lahan juga dilaporkan muncul di titik lain dalam wilayah Kabupaten Bandung pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Kebakaran ini melanda area perbukitan Cikuya yang terletak di kawasan Lagadar, Kecamatan Margaasih. Secara geografis, wilayah perbukitan yang terbakar tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berbeda dengan kejadian di Gunung Anjing yang jauh dari jangkauan masyarakat, kebakaran di Lagadar sempat menimbulkan kekhawatiran karena posisi kobaran api berada cukup dekat dengan perumahan warga setempat. Objek utama yang hangus dilalap api di lokasi ini berupa semak belukar dengan perkiraan luas area terdampak mencapai 200 meter persegi.

Baca Juga

Praperadilan Ditolak, Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Tetap Tersangka Kasus Makan Bergizi Gratis

Praperadilan Ditolak, Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Tetap Tersangka Kasus Makan Bergizi Gratis

Upaya penanggulangan di perbukitan Cikuya dapat diselesaikan dengan cepat berkat respons sigap dari petugas terkait. Pihak Disdamkar Kabupaten Bandung langsung mengerahkan sejumlah personel yang berasal dari Pos Taman Kopo Indah (TKI) serta Mako Soreang untuk segera menjinakkan api sebelum meluas ke area perumahan. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian awal di lapangan, petugas menduga kuat bahwa sumber kebakaran di kawasan Lagadar tersebut bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api dari pembakaran sampah itu kemudian merembet secara tidak terkendali hingga membakar area semak belukar di sekitarnya.

Rentetan kejadian ini sejalan dengan data statistik yang menunjukkan lonjakan kasus kebakaran lahan secara tajam di wilayah Kabupaten Bandung sepanjang tahun 2026. Tercatat sejak tanggal 1 Januari hingga 29 Juli 2026, telah terjadi sebanyak 88 peristiwa kebakaran lahan. Peningkatan yang paling drastis terlihat dalam dua bulan terakhir. Selama bulan Juni, otoritas setempat mencatat terjadinya 13 insiden kebakaran lahan. Namun, angka tersebut melonjak secara signifikan menjadi 72 kejadian hanya dalam periode bulan Juli hingga tanggal 29. Padahal, sepanjang semester pertama tahun 2026, yaitu dari Januari hingga Juni, Disdamkar Kabupaten Bandung mencatat total 199 peristiwa kebakaran secara keseluruhan, di mana hanya 16 kejadian yang secara spesifik melibatkan lahan atau semak belukar.

Baca Juga

Pemeriksaan Saksi dalam Kasus Keuangan dan Pencucian Uang Febrie Adriansyah

Pemeriksaan Saksi dalam Kasus Keuangan dan Pencucian Uang Febrie Adriansyah

Sebagai perbandingan data historis, pada sepanjang tahun 2025 lalu, Kabupaten Bandung mencatat total 309 kejadian kebakaran, dengan hanya 19 kasus di antaranya yang merupakan kebakaran lahan. Peningkatan risiko pada tahun 2026 ini sebenarnya telah diantisipasi oleh instansi terkait. Pada awal bulan Juni lalu, BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan guna mempersiapkan diri menghadapi ancaman kemarau panjang. Berdasarkan catatan riwayat kejadian sebelumnya, otoritas menetapkan lima kecamatan ke dalam zona merah. Titik rawan tersebut mencakup Gunung Anjing di Kecamatan Arjasari, Gunung Wayang di Kecamatan Pangalengan, serta kawasan Kawah Putih di Kecamatan Rancabali. Di samping itu, tingkat kerawanan yang tinggi juga terdeteksi di Desa Cilame, Sukamulya, dan Buninagara yang seluruhnya berada di bawah wilayah administratif Kecamatan Kutawaringin.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kebakaran LahanGunung AnjingKabupaten BandungBPBDDisdamkar

Berita Terbaru Lainnya

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan BaruStrategi Sistem Koperasi Kakao Jembrana dalam Menstabilkan Harga dan Menembus Pasar EksporIHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak DuniaRevisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor TambangPenemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan PelakuPelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi JasindoPenyelidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan dan Puluhan SaksiIstana Respons Putusan MK Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

Regulasi Ekonomi

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap