Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah menghanguskan sekitar 1.888,91 hektare lahan hingga Jumat (4/9) pukul 12.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat luasan tersebut merupakan data sementara yang masih berpotensi bertambah.
Titik api saat ini terkonsentrasi di beberapa titik rawan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa sebaran api berada di Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, tepatnya di area Pos 1 pendakian pada tebing punggungan. Titik api lain juga terpantau di jalur Ayak-Ayak serta sisi barat Ranu Kumbolo yang masuk ke wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kendala Medan Terjal dan Pemadaman Udara Terhenti
Upaya pemadaman di lapangan menghadapi kendala signifikan akibat kemiringan tebing yang sangat terjal dan hembusan angin kencang yang mempercepat perambatan api.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Di sisi lain, bantuan pemadaman udara (water bombing) belum dapat beroperasi optimal. Helikopter PK-DAP yang sebelumnya melakukan observasi udara dan mendeteksi tiga titik api di sekitar Ranu Kumbolo mengalami gangguan teknis pada sistem kelistrikan dan bucket. Saat ini, helikopter tersebut disiagakan di Lanud Abdulrachman Saleh untuk proses perbaikan oleh tim teknis.
Akibat kendala armada udara tersebut, pemadaman dialihkan secara manual di area Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Lumajang, personel TNBTS, Manggala Agni, Babinsa, Polsek Senduro, perangkat kecamatan, dan relawan terus membuat sekat bakar guna mencegah kobaran api meluas di bawah kondisi cuaca cerah berawan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Kebakaran di kawasan konservasi ini tercatat bermula sejak Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di area Ranu Kembang sebelah barat Pos 4 atau barat Ranu Kumbolo. Sejak hari pertama kejadian, pihak Balai Besar TNBTS telah menutup total seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa.






