Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar Program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Episode 4 di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan edukatif ini mengajak 11 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) terpilih dari berbagai penjuru Nusantara untuk mempelajari secara langsung praktik transisi energi bersih serta pengelolaan sumber daya air.
Dalam pelaksanaan program yang bertepatan dengan momentum Hari Danau Dunia 2026 tersebut, KLH/BPLH berkolaborasi dengan PLN Indonesia Power. Para siswa turut didampingi oleh Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri, untuk mengamati rantai operasional energi terbarukan di lapangan.
Edukasi Lapangan di PLTA Bengkok
Kunjungan perdana rombongan KELANA dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok. Instalasi energi tersebut merupakan fasilitas bersejarah yang telah beroperasi menyuplai kebutuhan listrik sejak tahun 1923 dengan mengandalkan aliran Sungai Cikapundung sebagai sumber tenaga penggerak utama.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Selain memproduksi listrik ramah lingkungan, operasional di fasilitas ini mengintegrasikan upaya sanitasi perairan. Pengelola melakukan pembersihan sampah dari aliran Sungai Cikapundung sebelum air masuk ke sistem pembangkitan. Sampah yang terjaring kemudian dialokasikan dan didistribusikan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) setempat. Pihak pembangkit juga rutin menjalankan inisiatif keberlanjutan lingkungan, salah satunya melalui program penanaman pohon secara berkala di sekitar kawasan tangkapan air.
Dukungan Pengelola dan Antusiasme Pelajar
Inisiatif edukasi lingkungan dari KLH/BPLH disambut positif oleh manajemen operasional pembangkit. Tim Leader PLTA Bengkok, Hamzah Wildan Muharam, mengapresiasi keterlibatan generasi muda untuk melihat langsung proses teknis pemanfaatan air menjadi energi listrik sekaligus menjaga kelestarian ekosistem sungai pendukungnya.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pengalaman menyaksikan integrasi antara penyediaan energi dan pemeliharaan alam memberikan perspektif baru bagi para peserta. Najwa Aisyah Raihanah, siswi perwakilan dari SMAN 2 Purworejo, mengungkapkan kekagumannya dapat memahami tahapan penyaluran energi ramah lingkungan secara langsung di lokasi bersejarah tersebut.






