tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/BANTUAN SOSIAL

Kemensos Catat 4,3 Juta KPM Baru Masuk Penerima Bansos Lewat DTSEN

Andi SompaDiterbitkan 12 Sep 2026 - 14.03 · 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemensos Catat 4,3 Juta KPM Baru Masuk Penerima Bansos Lewat DTSEN
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sekitar 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru berhasil masuk ke dalam daftar penerima bantuan sosial. Penambahan basis penerima ini merupakan dampak dari pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi dan Nasional (DTSEN) dalam penyaluran program perlindungan sosial pemerintah.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Kemensos, Andy Kurniawan, menyampaikan bahwa DTSEN memberikan ruang analisis yang lebih luas dalam memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat rentan yang sebelumnya belum terdata kini dapat terakomodasi sebagai penerima bansos.

Menurut Andy, pemutakhiran DTSEN menjadi langkah berkala yang penting untuk merespons dinamika kondisi kesejahteraan warga sekaligus menyelesaikan persoalan ketidaksesuaian data di lapangan. Kemensos menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti temuan kekeliruan maupun masukan dari media demi perbaikan data berkelanjutan.

Baca Juga

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Proses pemutakhiran DTSEN juga berkaitan erat dengan penentuan desil ekonomi, yakni indikator tingkat kesejahteraan yang dipakai pemerintah dalam menyusun skala prioritas program perlindungan sosial. Terkait hal tersebut, Andy menyebut pemerintah menerima berbagai masukan konstruktif, salah satunya dari Media Askar perwakilan Celios yang memberikan catatan penyempurnaan metodologi, desil, dan struktur DTSEN.

Dari perspektif statistik, Direktur Metodologi, Statistik, dan Science Data Badan Pusat Statistik (BPS), Prof. Setia Pramana, menjelaskan bahwa DTSEN dibangun melalui konsolidasi beberapa basis data milik pemerintah. Sumber data utama yang diintegrasikan mencakup Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), serta data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Integrasi tersebut dinilai mendesak karena masing-masing rujukan—baik DTKS, Regsosek, maupun P3KE—memiliki karakteristik, variabel, dan tingkat kelengkapan informasi yang berbeda. Penyatuan ketiga basis data tersebut ditujukan untuk menghasilkan satu data tunggal sosial ekonomi yang lebih komprehensif, valid, dan tepat sasaran.

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DTSENKemensos

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik · 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap