Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengonfirmasi adanya cemaran bakteri pada salah satu lauk yang disajikan. Pemeriksaan dilakukan menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 193 siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Tana Toraja.
Para siswa dilarikan ke sejumlah klinik dan rumah sakit setempat setelah mengalami gejala gangguan kesehatan berupa pusing, mual, hingga muntah seusai mengonsumsi makanan tersebut.
Temuan Bakteri E. Coli pada Sampel Ayam
Berdasarkan laporan resmi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) terdeteksi pada menu ayam masak bumbu kuning. Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, menyampaikan bahwa keberadaan bakteri tersebut membuat olahan makanan tidak memenuhi persyaratan standar keamanan pangan.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Paparan bakteri E. coli pada hidangan siap santap diketahui menjadi pemicu timbulnya gejala keracunan saluran pencernaan, termasuk sakit perut, mual, muntah, dan diare.
Hasil Pemeriksaan Sampel Menu Lain
Selain ayam bumbu kuning, BBPOM Makassar juga menguji sejumlah sampel komponen makanan lain yang dibagikan kepada para murid. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa beberapa menu dinyatakan bersih dari cemaran berbahaya:
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

- Nasi putih, tempe mendoan, tumis sayur (jagung, wortel, dan labu siam), serta ikan nila negatif terhadap parameter E. coli, Staphylococcus aureus, Salmonella, methanil yellow, sianida, dan nitrit.
- Sampel irisan buah melon dinyatakan negatif dari mikroorganisme patogen seperti E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella.
Pada sampel melon, uji kimia mendeteksi keberadaan senyawa nitrit dalam konsentrasi kecil. Dinas Kesehatan Tana Toraja menjelaskan bahwa nitrit dalam kadar sangat rendah lazim ditemukan secara alami pada buah dan sayuran akibat penyerapan nitrat dari tanah atau air yang terurai oleh aktivitas mikrob alami.






