Aktivitas tanggap darurat kode merah berhasil mencegah kobaran api merembet ke ruang perawatan pasien saat kebakaran melanda Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Berkat respons cepat tersebut, insiden ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski layanan utama medis tetap terkendali, kerugian kebakaran RS Saiful Anwar Malang ditaksir Rp900 juta menyusul rusaknya instalasi gizi dan area penatu.
Titik api pertama kali membakar ruang gizi dan menyebar ke laundry room hingga melalap bagian atap. Kobaran cepat membesar karena membakar bahan makanan, peralatan memasak, serta tumpukan selimut dan seprai. Mako Damkar yang menerima laporan kejadian pada pukul 14.57 WIB langsung mengerahkan 20 personel dan lima unit armada pemadam. Upaya pembasahan intensif membuat api dinyatakan padam seutuhnya pada pukul 16.30 WIB.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Mengenai sumber api, Direktur Utama RSSA dr. Mochamad Bachtiar Budianto mengungkapkan dugaan sementara mengarah pada instalasi kabel lama, sembari menanti kepastian investigasi dari pihak kepolisian. Pembaruan jaringan listrik di lingkungan RSSA saat ini baru rampung sekitar 60 persen. Proyek revitalisasi instalasi dilakukan secara bertahap dan tidak dapat dipercepat serentak guna mencegah pemadaman listrik yang berisiko mengganggu operasional medis pasien. Peristiwa ini tercatat sebagai kebakaran kedua di RSSA setelah kejadian serupa pada 2019 dengan lokasi dan faktor penyebab yang berbeda.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pasca-insiden, manajemen rumah sakit menyiapkan langkah pemulihan fasilitas pendukung tersebut. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Kurniawan Hary Putranto menjelaskan bahwa asesmen kelayakan konstruksi sedang berjalan, dengan proyeksi penggantian total pada struktur atap yang masih berbahan kayu. Tahapan pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan karena memerlukan rekondisi peralatan yang tertimpa genting serta proses sertifikasi ulang guna menjamin standar higienitas dapur rumah sakit.






