Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031, Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, bersiap menyusun jajaran pengurus baru organisasi. Dalam menentukan nama-nama yang akan mengisi struktur kepengurusan PBNU, Gus Kikin menegaskan bakal berpegang teguh pada tradisi organisasi, yaitu melalui jalur istikharah.
Gus Kikin menyampaikan bahwa penyusunan struktur kepengurusan menjadi agenda kerja yang sangat penting dalam fase awal masa kepemimpinannya. Langkah pembentukan jajaran pengurus ini ditargetkan tuntas sesegera mungkin agar roda organisasi PBNU dapat langsung bergerak cepat dalam mengeksekusi program-program kerja serta menghadirkan pelayanan optimal kepada masyarakat luas.
Kunjungan Perdana ke Kantor PBNU
Komitmen mematangkan langkah awal kepemimpinan tersebut tampak saat Gus Kikin melakukan kunjungan perdana sebagai Ketua Umum ke Kantor PBNU di Jakarta Pusat pada Jumat (4/9). Kehadirannya di kantor pusat organisasi Islam terbesar ini menjadi momentum silaturahmi awal dengan seluruh jajaran yang bertugas.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Dalam kunjungannya, Gus Kikin menemui langsung para staf dan karyawan yang bekerja di lingkungan sekretariat PBNU. Selain menyapa para pegawai, ia juga berkeliling untuk meninjau secara langsung kondisi ruang kerja yang nantinya akan digunakan sebagai ruang kerja Ketua Umum PBNU selama menjalankan tugas masa khidmah 2026–2031.
Terpilih Melalui Muktamar ke-35 NU
Sebelumnya, Gus Kikin resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 dalam perhelatan Muktamar ke-35 NU. Forum musyawarah tertinggi warga Nahdliyin tersebut diselenggarakan pada 27 hingga 31 Agustus 2026 dan bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Dalam forum muktamar yang sama, Miftahul Achyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026–2031. Penetapan kepemimpinan Gus Kikin diputuskan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah dirinya mengantongi restu tertulis dari Rais Aam terpilih.
Proses keterpilihan Gus Kikin juga didukung suara mayoritas para muktamirin. Pada Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin berhasil meraih suara tertinggi dengan capaian 472 suara, mengungguli perolehan empat kandidat lain yang turut berkompetisi dalam pemilihan ketua umum.






