Gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali menjadi panggung akselerasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air. Memasuki penyelenggaraan ke-11, ajang tahunan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini mengusung tema "Beudaya Meusare-Sare" atau berdaya bersama-sama, dengan menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.
Sektor UMKM memegang peranan krusial sebagai penopang utama aktivitas ekonomi domestik. Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mencatat terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia yang menyerap hingga 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Guna memperkuat rantai pasok dan akses pasar tersebut, BI menggerakkan kolaborasi terpadu melalui 46 kantor perwakilan di dalam negeri dan lima kantor perwakilan di luar negeri.
Penyelenggaraan KKI 2026 menghadirkan sekitar 550 UMKM dalam pameran fisik, sementara lebih dari 1.300 UMKM terlibat melalui platform pameran daring. Integrasi kanal penjualan ini membuahkan hasil transaksi yang signifikan selama empat hari pelaksanaan.
Nasabah PNM Mekaar Sulap Sampah Pasar Jadi Kerajinan Beromzet Jutaan

Total penjualan KKI 2026 tercatat mencapai Rp177,21 miliar, melampaui perolehan KKI 2025 yang sebesar Rp130,84 miliar. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan transaksi luring sebesar 94 persen hingga mencapai Rp57,76 miliar, serta penguatan transaksi daring sebesar 18 persen dengan nilai Rp119,45 miliar.
Selain penjualan langsung, KKI 2026 mencetak capaian positif pada penjajakan kerja sama bisnis. Program business matching ekspor membukukan nilai Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 pelaku UMKM dengan pembeli dari 16 negara. Pada saat yang sama, business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

Akselerasi transaksi usaha kecil ini juga diperkuat oleh ekosistem pembayaran digital. Bank Indonesia memberlakukan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) 0 persen untuk transaksi QRIS hingga Rp100 ribu di seluruh kategori merchant, serta hingga Rp500 ribu khusus bagi merchant kategori usaha mikro guna menekan biaya transaksi pelaku usaha.






