Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) merilis hasil pemantauan mutu udara di sejumlah daerah menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026. Pemantauan ini dilakukan di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung.
Tim teknis diturunkan untuk memeriksa parameter partikulat udara ambien (PM2.5 dan PM10), konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2), serta kualitas air laut di pesisir Banten dan Lampung. Hasil pengukuran menunjukkan kondisi yang bervariasi antarwilayah, mulai dari kategori baik hingga tidak sehat.
Sebaran Indeks Udara di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat
Untuk wilayah barat Pulau Jawa, KLH mencatat mutu udara secara umum berada pada rentang baik hingga sedang. Sejumlah titik pemantauan di Banten berada pada kategori sedang, antara lain stasiun Serang Sumurpecung dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 85, Tangerang Selatan Serpong 78, Tangerang Pasir Jaya 65, dan Cilegon Pulomerak 63.
Di DKI Jakarta, stasiun pemantauan Jakarta GBK mencatat nilai ISPU 64 yang masuk kategori sedang. Kondisi serupa terpantau di Kabupaten Bogor Leuwiliang dengan angka 83. Sementara itu, mutu udara yang lebih bersih terpantau di Kabupaten Bekasi Sukamahi dengan nilai ISPU 39 atau masuk kategori baik.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Lonjakan Partikulat di Sumatera Bagian Selatan
Berbeda dengan situasi di sekitar Jabodetabek dan Banten, stasiun pemantauan di sejumlah wilayah Sumatera bagian selatan mencatat angka indeks yang lebih tinggi dengan PM2.5 sebagai parameter kritis yang dominan. Beberapa daerah bahkan tercatat masuk kategori tidak sehat.
Lokasi dengan status tidak sehat tersebut meliputi Kabupaten Tebo (169), Jambi Paal Lima (166), Kabupaten Musi Rawas (165), Kota Prabumulih (139), Kabupaten Musi Banyuasin Serasan Jaya (128), Kabupaten Tanjabtim Muara Sabak (114), serta Kabupaten Lahat (112).
Adapun beberapa titik lain di kawasan selatan Sumatera masih mencatat kategori sedang, seperti Muara Enim (81), Bengkulu Singaran Pati (61), dan Bandar Lampung Talang (57). Kualitas udara kategori baik hanya tercatat di Lampung Selatan Way Urang dengan nilai ISPU 30.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Pendalaman Hubungan Partikulat dan Mitigasi
Meski terjadi peningkatan partikulat di beberapa titik, KLH menyampaikan bahwa kajian teknis lanjutan masih terus berjalan untuk memastikan korelasi langsung antara lonjakan debu tersebut dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, KLH memperkuat koordinasi terpadu bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi/PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, serta jajaran pemerintah daerah terkait.






