Apa yang menjadi sumber air utama bagi warga Dusun Kalidadap I dan II di Bantul saat ini? Warga yang menetap di Dusun Kalidadap I dan Dusun Kalidadap II sangat mengandalkan sebuah sumber mata air alami yang dikenal dengan nama Sendang Wonosari. Lokasi sumber mata air alami Sendang Wonosari ini berada tepat di wilayah Dusun Kalidadap I, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Ketergantungan warga terhadap mata air alami ini terjadi karena kawasan tempat tinggal mereka sama sekali belum terjangkau oleh saluran penyediaan air dari PDAM. Oleh karena itu, di kawasan yang belum memiliki infrastruktur saluran PDAM tersebut, sumber mata air Sendang Wonosari menjadi salah satu tumpuan utama bagi masyarakat setempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan harian mereka.
Bagaimana cara air mengalir dari sumber mata air ke rumah warga tanpa menggunakan bantuan mesin? Proses mengalirnya air dari sumber mata air alami menuju ke rumah-rumah warga sepenuhnya memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Air itu mengalir murni tanpa bantuan mesin ataupun pompa otomatis jenis apa pun. Untuk memulai aliran, warga cukup menyedot ujung selang menggunakan mulut mereka sendiri hingga air terdorong masuk ke dalam pipa plastik tersebut. Setelah air berhasil masuk, ada satu tahapan penting yang harus dilakukan untuk memastikan kelancarannya. Warga harus melepas setiap sambungan selang terlebih dahulu agar udara yang terjebak di dalam selang bisa keluar. Setelah udara keluar dan air bisa melaju lebih cepat, barulah sambungan tersebut dipasang kembali agar aliran air berjalan lancar sampai ke tujuan akhirnya.
Berapa banyak jumlah selang yang terpasang dan seberapa panjang instalasi milik warga di sana? Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya terdapat sekitar 80 selang yang membentang dan menghubungkan sumber mata air Sendang Wonosari secara langsung dengan rumah-rumah warga. Panjang selang ini sangat bervariasi tergantung lokasinya. Salah satu warga Dusun Kalidadap I yang bernama Teguh, berusia 27 tahun, memiliki sistem selang yang terdiri dari 12 gulung. Menurut Teguh, satu gulung selang memiliki panjang 50 meter, sehingga total panjang selangnya mencapai sekitar 600 meter. Selain Teguh, ada pula warga Kalidadap I bernama Sagi, yang kini berusia 72 tahun. Sagi tercatat memiliki total enam gulung selang. Ia menyatakan bahwa dirinya telah menggunakan metode menyedot air menggunakan selang ini sejak tahun 1977.
KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Kapan jadwal rutin warga berkumpul untuk mengambil air dari Sendang Wonosari setiap harinya? Warga memiliki jadwal rutin yang disepakati bersama untuk mengambil air dari mata air tersebut. Warga biasanya berkumpul di lokasi sumber mata air setiap hari secara teratur pada pukul 06.00 WIB, pukul 08.00 WIB, dan pukul 14.00 WIB. Jadwal pengumpulan air pada waktu-waktu tersebut dilakukan secara tertib sebelum sebagian besar debit air dari Sendang Wonosari dialihkan penggunaannya. Setelah waktu pengambilan air oleh warga selesai pada jam tersebut, debit air akan dialirkan secara khusus untuk mengairi lahan pertanian yang berlokasi di lereng bagian bawah.
Apakah ada sumber air alternatif lain bagi ratusan keluarga di wilayah Dusun Kalidadap tersebut? Kepala Dusun Kalidadap II, yaitu Suroso yang berusia 31 tahun, menyebutkan bahwa terdapat sekitar 330 Kepala Keluarga di wilayahnya, dan jumlah yang kurang lebih sama juga terdapat di Dusun Kalidadap I. Untuk alternatif sumber air, sebagian warga biasanya menggunakan sumur dangkal. Kedalaman sumur dangkal yang dibuat oleh warga ini bervariasi, dengan kedalaman antara 8 hingga 10 meter. Sebelumnya, warga di Kalidadap II pernah memiliki fasilitas sumur bor. Namun, fasilitas sumur bor tersebut kini sudah tidak berfungsi. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pompa yang sangat rentan terjadi akibat penggunanya terlalu banyak. Saking seringnya mengeluarkan biaya untuk perbaikan pompa, dana pengelolaan akhirnya habis sehingga fasilitas ini tidak bisa dipakai lagi.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Apa langkah dari pemerintah daerah untuk memberikan solusi penyediaan air bersih ke depannya? Menghadapi kondisi infrastruktur air di wilayah tersebut, pihak berwenang telah mulai mengambil langkah koordinasi. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa BPBD Bantul telah berkoordinasi secara langsung dengan Pemda DIY. Koordinasi ini bertujuan untuk membahas alternatif pembangunan infrastruktur air yang lebih memadai bagi warga setempat. Rencana alternatif yang dibahas bersama Pemda DIY tersebut mencakup pembangunan sumur bor baru maupun pengadaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas.






