tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy

Lima Alasan UMKM Perlu Mengadopsi Opsi Pembayaran Digital

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lima Alasan UMKM Perlu Mengadopsi Opsi Pembayaran Digital
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap mampu bersaing di tengah dinamika pasar. Salah satu langkah strategis yang patut diambil oleh pelaku usaha adalah menyediakan opsi pembayaran digital. Kehadiran metode pembayaran nontunai terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pelanggan, serta menjamin keamanan transaksi harian. Saat ini, terdapat tiga metode utama yang sering digunakan oleh pelaku usaha, yakni transfer bank, dompet digital atau e-wallet, dan QRIS. Masing-masing metode memiliki karakteristik tersendiri yang memengaruhi kelancaran operasional bisnis.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Alasan pertama mengapa UMKM perlu mengadopsi pembayaran digital, khususnya metode modern, adalah kecepatan transaksi. Dalam praktiknya, transfer bank cenderung menjadi metode yang paling lambat. Hal ini disebabkan pelanggan harus mengetik nomor rekening dan nominal uang secara manual setiap kali melakukan pembayaran. Selanjutnya, penjual juga perlu meluangkan waktu untuk mengecek mutasi rekening atau notifikasi guna memastikan dana benar-benar telah masuk. Sebaliknya, QRIS menawarkan proses yang jauh lebih cepat. Pelanggan cukup membuka aplikasi perbankan atau e-wallet, lalu memindai satu kode yang tersedia di meja kasir, dan pembayaran akan terkonfirmasi seketika.

Alasan kedua berkaitan dengan kemudahan penyiapan layanan bagi pemilik usaha. Transfer bank memang diakui sebagai metode yang paling mudah disiapkan karena pelaku usaha hanya membutuhkan rekening bisnis tanpa perlu mendaftar layanan baru apa pun. Namun, kelemahan muncul pada metode e-wallet yang mengharuskan pemilik usaha mendaftar sebagai merchant di setiap aplikasi secara terpisah, di mana proses pendaftarannya bisa berbeda-beda. Di sinilah QRIS memberikan solusi praktis. Pelaku usaha hanya perlu mendaftarkan diri satu kali untuk mendapatkan satu kode yang langsung dapat menerima berbagai metode pembayaran digital.

Baca Juga

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

Alasan ketiga menyangkut efisiensi biaya transaksi, baik bagi penjual maupun pembeli. Pada metode transfer bank, pemilik usaha umumnya tidak dikenakan biaya sebagai penerima dana. Akan tetapi, penjual tetap diharuskan membayar biaya admin bulanan yang besarannya berbeda di setiap bank. Di sisi lain, konsumen juga harus menanggung beban biaya admin jika melakukan transfer dari bank yang berbeda. Terkait QRIS, Bank Indonesia (BI) memang menerapkan biaya layanan atau Merchant Discount Rate (MDR) dan melarang pedagang membebankannya kepada pembeli. Meski demikian, biayanya relatif kecil. Penyedia layanan seperti QRIS GoPay Merchant bahkan memberikan tarif MDR 0% khusus untuk usaha mikro pada transaksi di bawah Rp 500.000 sesuai regulasi BI, ditambah fasilitas gratis pencairan dana ke bank mana pun.

Alasan keempat adalah kemudahan dalam pencatatan dan rekapitulasi keuangan. Melakukan pencatatan keuangan menggunakan metode transfer bank sering kali merepotkan karena pemilik usaha harus mencocokkan mutasi satu per satu untuk mengetahui sumber pembayaran. Pekerjaan manual ini memakan banyak waktu dan sangat rawan keliru. Transaksi e-wallet juga membutuhkan pengecekan pada beberapa aplikasi berbeda untuk menyusun rekap keuangan. Penggunaan QRIS menjadi opsi yang paling rapi karena pembayaran dari aplikasi mana pun masuk ke dalam satu sistem. Sebagai contoh, melalui GoPay Merchant, seluruh transaksi akan terkumpul dalam satu dasbor yang bisa dipantau langsung dari ponsel tanpa perlu membuka aplikasi satu per satu untuk mencocokkan pemasukan harian.

Baca Juga

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans Kalimantan

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans Kalimantan

Alasan kelima adalah kemampuan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. QRIS unggul karena satu kode mampu menerima pembayaran dari hampir semua platform e-wallet sekaligus mobile banking. Penjual tidak perlu lagi menyiapkan banyak kode atau menolak pelanggan karena perbedaan aplikasi pembayaran yang digunakan. Kendati demikian, setiap metode tetap memiliki peran masing-masing dalam ekosistem bisnis. Transfer bank masih sangat cocok digunakan sebagai pelengkap untuk transaksi bernilai besar, sementara e-wallet tetap andal untuk melayani basis pelanggan tertentu. Penggabungan strategi ini akan memastikan UMKM dapat melayani berbagai preferensi konsumen secara optimal.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaUMKMGoPay MerchantQRISPembayaran Digital

Berita Terbaru Lainnya

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor KeuanganRencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans KalimantanCara Menyesuaikan Operasional Bisnis dengan Sistem Pengelolaan Sampah Baru DKI JakartaCara Menyikapi Gagal Bayar Arisan Online dan Menghindari Sanksi Pidana BeratKeamanan Kerja Sektor Jasa dan Batas Hukum Penagihan Utang di SurabayaPanduan Keselamatan Transportasi Logistik di Bandar Lampung, Pelajaran dari Insiden Kebakaran Mobil di Bypass Tanjung SenangFakta Lengkap Kasus Kebocoran Data KPK dan Pemerasan Bupati PemalangCara BPBD Kabupaten Bandung Mendistribusikan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

Ekonomi & Keuangan

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap