tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Perbankan

Memahami Kualitas Kredit Perbankan Melalui Indikator Rasio Loan at Risk

Wahyu SuryaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Kualitas Kredit Perbankan Melalui Indikator Rasio Loan at Risk
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kualitas kredit merupakan salah satu indikator paling mendasar untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan dan operasional sebuah lembaga perbankan. Ketika sebuah bank mampu mengelola risiko penyaluran kreditnya dengan tepat, stabilitas keuangan secara keseluruhan di dalam ekosistem perbankan tersebut dapat terjaga secara optimal. Salah satu contoh nyata dari keberhasilan perbaikan kualitas kredit ini dapat diamati dari performa PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada paruh pertama tahun 2026. Melalui pengelolaan portofolio yang terarah dan penerapan prinsip kehati-hatian, institusi perbankan ini mencatat perbaikan kualitas kredit yang signifikan pada semester I 2026. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan efektivitas strategi manajemen risiko yang mereka terapkan di tengah dinamika perekonomian yang terus berubah.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Dalam mengevaluasi kualitas kredit perbankan, salah satu metrik penting yang selalu menjadi perhatian adalah rasio Loan at Risk atau yang sering disingkat menjadi LAR. Rasio ini berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar porsi kredit yang memiliki risiko kolektibilitas atau yang berpotensi menjadi masalah di masa mendatang. Berdasarkan data per tanggal 30 Juni 2026, rasio LAR dari Danamon tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh angka 7,8 persen. Penurunan rasio ini memberikan sinyal positif bahwa jumlah kredit yang berisiko di dalam portofolio bank tersebut semakin mengecil. Jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, rasio LAR Danamon ini terbukti berhasil membaik sebesar 263 basis poin. Rincian mengenai perkembangan positif ini disampaikan secara langsung dalam sebuah agenda taklimat media yang diselenggarakan secara daring pada hari Kamis, 30 Juli 2026.

Selain memantau penurunan rasio LAR, aspek perlindungan atau pencadangan terhadap potensi kredit bermasalah juga menjadi parameter krusial bagi ketahanan sebuah bank. Sebagai bentuk mitigasi risiko, Danamon mencatatkan rasio pencadangan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) coverage ratio yang sangat solid, yakni mencapai level 282,4 persen. Angka pencadangan yang tergolong tinggi ini memberikan bantalan finansial yang kuat bagi pihak bank untuk meminimalkan dampak kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran dari pihak debitur di kemudian hari. Seluruh langkah pengelolaan risiko yang ketat ini berjalan di bawah kepemimpinan Nobuya Kawasaki yang menjabat sebagai Direktur Utama Danamon, yang terus berfokus pada pendorongan penguatan kualitas aset bank secara berkelanjutan.

Baca Juga

Mekanisme Ekspor Sawit Pangkalan Bun dalam Menyumbang Penerimaan Negara Rp 1,74 Triliun

Mekanisme Ekspor Sawit Pangkalan Bun dalam Menyumbang Penerimaan Negara Rp 1,74 Triliun

Meskipun bank menaruh fokus yang besar pada perbaikan kualitas kredit dan pengetatan manajemen risiko, fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara produktif dan ekspansif. Hal ini terlihat dari catatan hingga bulan Juni 2026, di mana total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon berhasil mengalami peningkatan sebesar 12 persen secara tahunan menjadi Rp230,1 triliun. Pertumbuhan penyaluran pendanaan ini sebagian besar didorong oleh kinerja impresif dari lini Enterprise Banking and Financial Institution yang mampu tumbuh sebesar 19 persen dengan pencapaian nilai hingga Rp109,7 triliun. Kinerja pada segmen ini menunjukkan bahwa permintaan kredit dari sektor korporasi maupun institusi keuangan masih menunjukkan tren pergerakan yang sangat positif.

Pertumbuhan yang terjadi di sisi penyaluran kredit juga diimbangi secara proporsional dengan kemampuan penghimpunan dana yang sehat dari masyarakat. Total dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan oleh Danamon, yang secara khusus terdiri dari instrumen giro, tabungan, serta deposito, mengalami kenaikan sebesar 14 persen menjadi Rp181,7 triliun. Peningkatan pada dana pihak ketiga ini mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan nasabah dalam menempatkan dana mereka di bank tersebut masih sangat tinggi. Dana yang terhimpun ini kemudian menjadi fondasi yang sangat penting bagi ketersediaan likuiditas Danamon guna terus mendukung berbagai rencana ekspansi bisnis secara aman dan terukur.

Baca Juga

Akad Massal 62.000 KPR Subsidi di Batang, KH Zulfa Mustofa Pimpin Doa Kesejahteraan

Akad Massal 62.000 KPR Subsidi di Batang, KH Zulfa Mustofa Pimpin Doa Kesejahteraan

Secara keseluruhan, kinerja keuangan Danamon sepanjang semester I 2026 menunjukkan akumulasi hasil yang sangat positif bagi pertumbuhan perusahaan. Laba bersih konsolidasian bank tercatat berhasil mencapai angka Rp2,4 triliun, yang merepresentasikan tingkat pertumbuhan sebesar 33 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang signifikan ini turut ditopang oleh adanya peningkatan pada pendapatan operasional sebesar 7 persen menjadi Rp12,6 triliun. Di samping itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) Danamon juga tercatat berada di level yang stabil pada angka 8,1 persen. Dalam upaya untuk terus mengoptimalkan operasional dan strategi bisnisnya ke depan, Danamon berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi di dalam ekosistem One Financial Group bersama dengan MUFG guna menghadirkan ragam layanan keuangan yang komprehensif bagi seluruh nasabahnya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kinerja KeuanganManajemen RisikoBank DanamonKualitas KreditLoan at Risk

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Strategi BNI dalam Memperkuat Fundamental Bisnis dan Transformasi BUMNProyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan GlobalIHSG Alami Koreksi Enam Hari Beruntun di Tengah Pembelian Jumbo Investor AsingArah Kebijakan Pemerintah Prabowo dan Realitas Kepuasan PublikStrategi Memaksimalkan Peluang Bisnis Menjelang Jambore Anak Sholeh 2026 di BanyuasinPanduan Legalitas dan Peluang Pengembangan IKM Manufaktur di PapuaSinyal Calon Gubernur Bank Indonesia, Penjelasan Pernyataan Presiden Prabowo dan MensesnegCara Memitigasi Risiko TPPU dalam Kemitraan Bisnis, Belajar dari Kasus Nurman Herin

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Memahami Strategi BNI dalam Memperkuat Fundamental Bisnis dan Transformasi BUMN

Ekonomi & Finansial

Memahami Strategi BNI dalam Memperkuat Fundamental Bisnis dan Transformasi BUMN

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap