tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Perbankan

Memahami Kualitas Kredit Perbankan Melalui Indikator Rasio Loan at Risk

Wahyu SuryaniDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.55 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Kualitas Kredit Perbankan Melalui Indikator Rasio Loan at Risk
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Kualitas kredit merupakan salah satu indikator paling mendasar untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan dan operasional sebuah lembaga perbankan. Ketika sebuah bank mampu mengelola risiko penyaluran kreditnya dengan tepat, stabilitas keuangan secara keseluruhan di dalam ekosistem perbankan tersebut dapat terjaga secara optimal. Salah satu contoh nyata dari keberhasilan perbaikan kualitas kredit ini dapat diamati dari performa PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada paruh pertama tahun 2026. Melalui pengelolaan portofolio yang terarah dan penerapan prinsip kehati-hatian, institusi perbankan ini mencatat perbaikan kualitas kredit yang signifikan pada semester I 2026. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan efektivitas strategi manajemen risiko yang mereka terapkan di tengah dinamika perekonomian yang terus berubah.

Dalam mengevaluasi kualitas kredit perbankan, salah satu metrik penting yang selalu menjadi perhatian adalah rasio Loan at Risk atau yang sering disingkat menjadi LAR. Rasio ini berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar porsi kredit yang memiliki risiko kolektibilitas atau yang berpotensi menjadi masalah di masa mendatang. Berdasarkan data per tanggal 30 Juni 2026, rasio LAR dari Danamon tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh angka 7,8 persen. Penurunan rasio ini memberikan sinyal positif bahwa jumlah kredit yang berisiko di dalam portofolio bank tersebut semakin mengecil. Jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, rasio LAR Danamon ini terbukti berhasil membaik sebesar 263 basis poin. Rincian mengenai perkembangan positif ini disampaikan secara langsung dalam sebuah agenda taklimat media yang diselenggarakan secara daring pada hari Kamis, 30 Juli 2026.

Selain memantau penurunan rasio LAR, aspek perlindungan atau pencadangan terhadap potensi kredit bermasalah juga menjadi parameter krusial bagi ketahanan sebuah bank. Sebagai bentuk mitigasi risiko, Danamon mencatatkan rasio pencadangan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) coverage ratio yang sangat solid, yakni mencapai level 282,4 persen. Angka pencadangan yang tergolong tinggi ini memberikan bantalan finansial yang kuat bagi pihak bank untuk meminimalkan dampak kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran dari pihak debitur di kemudian hari. Seluruh langkah pengelolaan risiko yang ketat ini berjalan di bawah kepemimpinan Nobuya Kawasaki yang menjabat sebagai Direktur Utama Danamon, yang terus berfokus pada pendorongan penguatan kualitas aset bank secara berkelanjutan.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Meskipun bank menaruh fokus yang besar pada perbaikan kualitas kredit dan pengetatan manajemen risiko, fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara produktif dan ekspansif. Hal ini terlihat dari catatan hingga bulan Juni 2026, di mana total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon berhasil mengalami peningkatan sebesar 12 persen secara tahunan menjadi Rp230,1 triliun. Pertumbuhan penyaluran pendanaan ini sebagian besar didorong oleh kinerja impresif dari lini Enterprise Banking and Financial Institution yang mampu tumbuh sebesar 19 persen dengan pencapaian nilai hingga Rp109,7 triliun. Kinerja pada segmen ini menunjukkan bahwa permintaan kredit dari sektor korporasi maupun institusi keuangan masih menunjukkan tren pergerakan yang sangat positif.

Pertumbuhan yang terjadi di sisi penyaluran kredit juga diimbangi secara proporsional dengan kemampuan penghimpunan dana yang sehat dari masyarakat. Total dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan oleh Danamon, yang secara khusus terdiri dari instrumen giro, tabungan, serta deposito, mengalami kenaikan sebesar 14 persen menjadi Rp181,7 triliun. Peningkatan pada dana pihak ketiga ini mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan nasabah dalam menempatkan dana mereka di bank tersebut masih sangat tinggi. Dana yang terhimpun ini kemudian menjadi fondasi yang sangat penting bagi ketersediaan likuiditas Danamon guna terus mendukung berbagai rencana ekspansi bisnis secara aman dan terukur.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Secara keseluruhan, kinerja keuangan Danamon sepanjang semester I 2026 menunjukkan akumulasi hasil yang sangat positif bagi pertumbuhan perusahaan. Laba bersih konsolidasian bank tercatat berhasil mencapai angka Rp2,4 triliun, yang merepresentasikan tingkat pertumbuhan sebesar 33 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang signifikan ini turut ditopang oleh adanya peningkatan pada pendapatan operasional sebesar 7 persen menjadi Rp12,6 triliun. Di samping itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) Danamon juga tercatat berada di level yang stabil pada angka 8,1 persen. Dalam upaya untuk terus mengoptimalkan operasional dan strategi bisnisnya ke depan, Danamon berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi di dalam ekosistem One Financial Group bersama dengan MUFG guna menghadirkan ragam layanan keuangan yang komprehensif bagi seluruh nasabahnya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kinerja KeuanganManajemen RisikoBank DanamonKualitas KreditLoan at Risk

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap