Program pengembangan kapasitas pengelola ekonomi perdesaan kini difokuskan pada pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program berskala nasional ini dirancang dengan alokasi anggaran pendidikan bela negara yang mencapai Rp 1,064 triliun. Pengajuan pos anggaran tersebut dilakukan secara terpisah ke Kementerian Keuangan agar tidak memangkas alokasi belanja rutin pertahanan. Bagi masyarakat yang berminat atau telah terdaftar sebagai peserta pelatihan, memahami secara mendalam seluruh tahapan, struktur pembiayaan, serta tingkat kelulusan program menjadi langkah penting sebelum memulai kegiatan pendidikan tersebut.
Langkah pertama dalam mempersiapkan diri adalah memahami struktur pelatihan dan tenggat waktu pelaksanaan secara rinci. Pelatihan calon manajer ini dijadwalkan berlangsung selama 45 hari penuh, yang pada pelaksanaannya terhitung sejak tanggal 17 Juni hingga 31 Juli 2026. Tahapan pendidikan tersebut dibagi menjadi dua fokus utama. Peserta akan menjalani 30 hari pertama berupa latihan dasar militer yang kemudian diselaraskan menjadi program pendidikan bela negara. Setelah itu, 15 hari sisanya diisi secara penuh dengan materi pelatihan manajerial. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental yang prima sangat dibutuhkan untuk menghadapi dua fase pendidikan yang berbeda ini.








