tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi & Sosial

Mengenal Identitas Budaya Tau Samawa Sebagai Aset Kekayaan Nasional

Fitri LimbongDiterbitkan 3 Agu 2026 - 02.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Identitas Budaya Tau Samawa Sebagai Aset Kekayaan Nasional
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Identitas budaya sebuah daerah memiliki peran penting dalam memperkaya nilai-nilai kebangsaan secara menyeluruh. Di wilayah Nusa Tenggara Barat, keberadaan masyarakat lokal terus menjadi perhatian penting bagi para pemangku kepentingan. Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, secara tegas menyatakan bahwa identitas budaya Tau Samawa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan kebudayaan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah sarasehan kebudayaan yang mengusung tema Budaya dan Identitas Tau Samawa. Kegiatan diskusi kemasyarakatan ini diselenggarakan di Sumbawa pada hari Sabtu serta dihadiri oleh seratus lima puluh peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

Pemahaman mendalam mengenai kelompok masyarakat ini dapat ditelusuri melalui asal mula penyebutannya dalam bahasa daerah setempat. Kata tau memiliki akar dari bahasa Sumbawa yang memiliki arti sebagai orang atau manusia. Sementara itu, kata samawa merupakan sebutan atau nama lain untuk wilayah Sumbawa yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Johan Rosihan, yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan NTB 1 Pulau Sumbawa, melihat bahwa pemahaman terhadap makna nama ini menjadi langkah awal untuk mengenali potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat setempat.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Lebih jauh lagi, keanggotaan seseorang di dalam kelompok masyarakat ini ternyata memiliki kriteria yang sangat dinamis. Akademisi Rusli Cahyadi memberikan penjelasan mendalam bahwa identitas Tau Samawa bukanlah sebuah status yang bersifat statis. Ia juga menegaskan bahwa identitas tersebut tidak semata-mata diwariskan hanya karena faktor kelahiran seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa ada proses sosial yang berkelanjutan di dalam lingkungan masyarakat, di mana setiap individu harus membuktikan keterlibatannya secara langsung untuk dapat diakui secara utuh sebagai bagian dari kelompok tersebut.

Baca Juga

Langkah Memaksimalkan Peluang Kolaborasi Riset Industri di Program Doktor Teknik Sipil UMI Makassar

Langkah Memaksimalkan Peluang Kolaborasi Riset Industri di Program Doktor Teknik Sipil UMI Makassar

Pandangan mengenai proses sosial tersebut didukung oleh temuan empiris dari para ahli yang pernah melakukan studi di wilayah terkait. Rusli Cahyadi merujuk pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh antropolog bernama Peter R. Goethals. Penelitian antropologi tersebut mengambil lokasi khusus di Desa Rarak yang berada di wilayah Sumbawa. Dari hasil pengamatannya, Peter R. Goethals berhasil menemukan sedikitnya dua belas indikator yang dapat menunjukkan bahwa seseorang benar-benar telah menjadi bagian dari komunitas masyarakat setempat.

Indikator-indikator yang ditemukan dalam penelitian tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan sosial yang krusial bagi keberlangsungan sebuah komunitas. Beberapa kriteria utama meliputi adanya hubungan kekerabatan, kepemilikan tanah, serta keterlibatan individu dalam aktivitas pertanian. Selain itu, aktivitas keagamaan dan kewajiban sosial juga menjadi tolok ukur yang tidak kalah penting. Kewajiban sosial yang dimaksud mencakup keikutsertaan dalam kegiatan ronda, pembayaran pajak, hingga keterlibatan aktif dalam berbagai urusan kehidupan adat kemasyarakatan.

Baca Juga

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Numfor sebagai Langkah Mendorong Mobilitas Ekonomi Anak Prasejahtera

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Numfor sebagai Langkah Mendorong Mobilitas Ekonomi Anak Prasejahtera

Tingkat integrasi seseorang ke dalam tatanan sosial masyarakat Sumbawa ini juga direpresentasikan melalui sebuah ungkapan kearifan lokal yang sarat akan makna. Terdapat sebuah konsep lokal yang berbunyi Satama Djiwa dalam Karang. Nyenan. Konsep tradisional ini merupakan sebuah ungkapan yang secara harfiah menggambarkan kondisi di mana seseorang telah memasukkan jiwanya ke dalam komunitas. Melalui konsep ini, terlihat jelas bahwa pengakuan sosial hanya bisa diraih ketika seseorang memberikan dedikasi penuh pada lingkungan tempat ia menetap dan beraktivitas sehari-hari.

Pada akhirnya, seluruh kekayaan nilai dan tradisi sosial ini harus mampu dipertahankan seiring dengan berjalannya waktu. Seniman Sumbawa, Iqbal Sanggo, memberikan penekanan khusus bahwa kebudayaan Tau Samawa tidak boleh dipandang hanya sebagai peninggalan masa lalu semata. Nilai-nilai seperti keterlibatan dalam pertanian, tanggung jawab sosial melalui pembayaran pajak, hingga solidaritas dalam kegiatan kemasyarakatan harus terus dipelihara. Dengan mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai tersebut, masyarakat dapat menjadikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari kekayaan nasional yang hidup dan terus relevan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MPR RITau SamawaSumbawaKekayaan NasionalBudaya LokalNusa Tenggara Barat

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Memaksimalkan Peluang Kolaborasi Riset Industri di Program Doktor Teknik Sipil UMI MakassarRencana Penataan Pagar Tinggi di Mal Jakarta dan Kondisi Keamanan Pusat PerbelanjaanCara Memahami Aturan Pemanfaatan Lahan PT KAI untuk Ruang Publik dan KomunitasDampak Pungutan Liar terhadap Karier Pegawai dan Stabilitas Sektor TransportasiSinyal Intervensi Pasar Valuta Asing dan Rencana Pembelian Yen oleh Amerika SerikatStrategi Belanja Sepeda Murah di Transmart Full Day Sale 2 Agustus 2026Kebijakan Penagihan Pajak Terbaru dan Klarifikasi Keterlibatan BabinsaPanduan Memaksimalkan Promo Transmart Full Day Sale 2 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap